Adnan Akan Tingkatkan Mutu Madrasah

0
813
Menyampaikan Materi: Calon Ketua Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Muhammad Adnan (pegang mic) menyampaikan materi pada workshop administrasi akreditas untuk madrasah, Jumat (22/5/15) di Hotel Muria, Jalan Dr Cipto 73, Semarang. [Foto: Ceprudin]

Semarang, nujateng.com- Calon Ketua Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Muhammad Adnan bertekad akan tingkatkan mutu madrasah. Berdasarkan pengalamanya menjadi Ketua PWNU Jateng, lulusan madrasah masih dipandang sebelah mata ketika masuk perguruan tinggi.

“Karena itu, saya bertekad untuk terus tingkatkan mutu madrasah di Indonesia, tidak hanya di Jawa Tengah. Banyak madrasah yang mempunyai potensi bisa menjadi sekolah unggulan,” katanya, disela pembukaan workshop administrasi akreditas untuk madrasah, Jumat (22/5/15) malam di Hotel Muria, Jalan Dr Cipto 73, Semarang.

Ketua PWNU Jateng 1999-2013 ini bercerita, semasa ia menjadi Pembina LP Maarif NU banyak sisi yang harus dibenahi. Salah satu yang menjadi perhatiannya pentingkatan kualitas lulusan. Alumnus madrasah, katanya, harus mampu bersaing dengan sekolah umum ketika masuk di perguruan tinggi.

“Dulu ketika saya masuk ke Undip (Universitas Diponegoro, Semarang) dikiranya tak linier. Karena saya alumnus madrasah, alumnus pondok pesantren dan masuk di perguruan tinggi umum. Lumrahnya kan kalau alumnus madrasah dan pesantren masuknya ke UIN atau IAIN,” paparnya.

Peran Pengawas

Wakil Rais Syuriah PWNU Jateng ini menilai, alumnus madrasah dan pesantren seharusnya mempunyai nilai lebih. Pasalnya, selain bisa membaca Al-Qur’an dengan fasih juga mampu membaca kitab kuning (kitab wajib di pesantren). Para santri, katanya, banyak yang menguasai ilmu matematika dan fisika.

“Banyak santri yang hafal Al-Quran, fasih membaca kitab kuning juga cemerlang dalam ilmu matematika. Potensi santri ini harus dipoles melalui mutu madrasah yang tinggi. Karena itu, peran pengawas dan assesor madrasah sangat penting untuk membantu tugas negara dalam mencerdaskan anak bangsa,” paparnya.

Senada dengan itu, Ketua Tanfidziyah Abu Hapsin, Ph.D yang hadir pada kesematan itu menekankan pentingnya mutu madrasah. Menurutnya, banyak perubahan yang sudah dilakukan dengan adanya program SNIP LP Maarif NU Jateng. M Adnan selaku Direktur SNIP, katnya, telah banyak membawa perubahan.

“Madrasah-madrasah yang menjadi sasaran program sangat kelihatanya perubahanya. Dulu ketika awal saya dengan pak Adnan selaku dikrektur SNIP memantau madrasah, banyak yang belum layak. Tapi sekarang sudah berubah drastis, bukti nyatanya madrasah-madrasah itu mayoritas mendapat akreditasi A,” tukasnya. [Ceprudin/001]