Wakil Rais NU Jateng Anjurkan Pisowanan

0
848
Wakil Rais Syuriah NU Jawa Tengah, KH Dian Nafi'. [Foto: rmi-jateng.org]

Semarang, nujateng.com- Wakil Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Dian Nafi’, menjelaskan, khalifatullah bermakna wakil Allah untuk memelihara bumi. Yakni menjadi wakil Tuhan dalam memelihara tanah air dan apa yang terkandung di dalamnya. Jadi fungsinya sebagai pelestari kehidupan.

Sebenarnya, sambung dia, predikat khalifatullah melekat pada setiap insan. Karena manusia memang diciptakan sebagai khalifah di muka bumi. Namun tanggung jawab secara khusus dilekatkan kepada pemimpin, maka Sultan lah yang diberi sandhangan gelar tersebut secara syariat.

“Gelar khalifatullah itu bermakna mewakili Tuhan dalam memelihara bumi. Islam sendiri sebagai agama memiliki empat  sifat; yaitu sebagai wahyu, keilmuan, kemanusiaan, dan kemajuan,” terangnya.

Muballigh yang suka berbusana batik ini mengimbau kaum muslimin dan masyarakat pada umumnya untuk tidak bereaksi negatif atas peristiwa di Keraton Yogya tersebut. Dia tegaskan, Sri Sultan harus tetap didukung untuk memimpin keraton. Untuk memberi masukan kepada Sultan harus sopan dan penuh hormat. Misalnya dengan pisowanan.

“Mari kita dukung dan hormati Sri Sultan sepenuh kemuliaan. Penyampaian pendapat sebaiknya melalui pisowanan,” ucapnya.

Dian mengaku masih menunggu instruksi dari PWNU Jateng yang rencananya akan bersama PWNU DIY menggelar musyawarah ulama untuk membahas soal Keraton Yogya tersebut. Termasuk pembahasan gagasan mengenai pisowanan.

“Saya nunggu ditimbali Rais Syuriyah (PWNU Jateng). Diusulkan musyawarah dengan PWNU DIY untuk membahas hal itu dan memberi masukan ke ngasro dalem. Termasuk gagasan pisowanan,” sambungnya.

Diminta komentarnya atas gerakan Jamaah Nahdliyin Mataram (JNM) yang telah menginisiasi penyampaikan pendapat warga muslim kepada Sri Sultan, Dian Nafi’ mendukung. Menurutnya, itu tindakan bagus dan perlu dilanjutkan. Sebab bertindaknya dengan cara berbudaya dan sesuai akhlak yang diajarkan Rasulullah.

“Bagus itu. Lanjutkan. Tetap mengedepankan akhlak mulia sebagaimana diajarkan Nabi kita,” pungkasnya. [Ichwan/002]