Terhadap Ormas Anti Pancasila, Pemerintah Harus Tegas

1
900
KH. Abu Hapsin (tengah) sedang memberikan sambutan dalam acara Lailatul Ijtima', rabu (6/5/2015). [Foto: Yono]

Semarang, nujateng.com- Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Abu Hapsin, Ph.D, menegaskan bahwa NU punya komitmen akan selalu menjaga NKRI, baik dalam keadaan aman atau tidak, ada yang meminta maupun tidak ada. “Dari dulu, kita diminta atau tidak, tetap akan menjaga NKRI,” tuturnya dalam acara ‘Lailatul Ijtima’ NU Jateng dan Harlah NU Ke 92’ di Aula lantai III Kantor PWNU Jawa Tengah, Jl Dr Cipto 180 Semarang, Rabu (6/5) malam.

Pernyataan itu disampaikannya lantaran ada informasi bahwa nanti pada hari Minggu ini (10/5) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) akan mengadakan acara tabligh akbar dengan tema ‘Bersama Umat Tegakkan Khilafah’ di Lapangan Simpanglima Kota Semarang.

HTI merupakan ormas yang ingin mengganti dasar negara dengan Khilafah Islamiyah. Karenanya, menurut Kyai Abu, warga NU tidak boleh terprovokasi dengan akan digelarnya acara yang mengancam eksistensi keutuhan NKRI itu.

“Kemarin sudah koordinasi dengan Mas Ikhwan (Ketua GP Ansor Jateng), Mas Hasyim Asy’ari (Satkorwil Banser Jateng), Rais Syuriah Kyai Ubed, Pak Adnan. Saya merasa tidak perlu karena urusan HTI, urusan negara. Jadi khawatir nanti NU atau Ansor malah dijadikan tameng,” paparnya.

NU Jawa Tengah bukan berarti akan membiarkan acara itu, tapi bertindak dengan mengingatkan pemerintah propinsi dan kota, terutama kepada pihak yang telah memberikan izin penggunaan tempat untuk acara-acara yang mengancam eksistensi NKRI. “Jangan sampai nanti ada baju Ansor atau Banser yang berkeliaran di Simpanglima. Syukur kalau nanti acaranya tidak diizinkan,” pesannya.

Sikap NU jelas tidak akan pernah menyetujui gerakan-gerakan yang mengancam NKRI, namun jangan sampai sikap penolakannya menimbulkan masalah baru. Jangan sampai ada orang NU yang membuat sikap penolakan atau datang pada saat acara nanti dengan mengatasnamakan NU. “Nanti malah seperti diadu, ini kewajiban pemerintah. Kenapa kegiatan seperti itu diberi izin. Sikap NU jelas, walaupun tidak berhadap-hadapan tapi ritual kita jelas untuk membendung gerakan-gerakan transnasional,” pungkasnya.

Hadir dalam acara bulanan NU Jateng itu, Drs KH Muhammad Adnan, Drs KH Hadlor Ihsan, DPRD Jateng dari Fraksi PKB Muhammad Zen ADV, Ketua GP Ansor Jateng M. Ikhwanudin, Pengurus IPNU-IPPNU, serta pengurus lajnah dan banom NU Jateng lainnya. [AR/001]