Peserta BPUN Karanganyar Berlatih Ilmu Jurnalistik

0
840
[Foto: Ajie Najmuddin]

Karanganyar, nujateng.com- Sebanyak 51 peserta program Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) GP Ansor Karanganyar 2015 mengikuti pelatihan jurnalistik yang diadakan
pantitia lokal, Minggu (17/5) di Pondok Pesantren “Darul Aitam wal Masakin Ilyas” Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah.

Sebagai pemateri, Ketua Umum PMII Cabang Kota Solo, Ahmad Rodif Hafidz yang juga mantan wartawan lokal mendorong agar peserta mencintai dunia kepenulisan sejak dini.

Dalam kegiatan tersebut, peserta yang merupakan alumni SMA, SMK, dan MA di wilayah Karanganyar dan sekitar dikenalkan tentang teori jurnalistik dasar. Di antaranya, pengertian jurnalistik, unsur-unsur, fungsi dan peran, hingga foto jurnalistik.

“Budaya menulis harus terus dikenalkan dan dikembangkan khususnya bagi para calon mahasiswa karena ini merupakan bekal penting jika sudah menjadi mahasiswa,” kata Rodif.

Jurnalistik sebagai salah satu bagian dari dunia kepenulisan menurutnya juga penting untuk diketahui para calon mahasiswa. Sebab, dengan mengetahui jurnalistik seseorang tidak mudah tergiring opini ketika membaca, melihat, atau mendengarkan informasi atau berita dari
berbagai media.

“Jadi, para calon mahasiswa ini harus dapat berpikir kritis kalau sudah berada di kampus. Salah satu cara mengasah kekritisan yaitu dengan belajar jurnalistik,” ungkap mahasiswa UNS ini.

Peserta yang mengikuti pelatihan tersebut terbilang sangat antusias. Pasalnya, metode pelatihan yang diberikan cukup menarik dan interaktif. Apalagi ketika dua orang peserta diminta maju ke depan untuk menarasikan cerita yang di dalamnya mengandung unsur-unsur
jurnalistik seperti 5W+1H dan investigasi.

Salah seorang peserta, Erwin mengaku senang bisa berlatih jurnalistik dan langsung mempraktikannya. “Meskipun masih sulit karena baru belajar tapi senang karena dengan menulis kita bisa menuangkan ide-ide kita,” tuturnya.

Setelah dikenalkan teori dasar jurnalistik, para peserta diminta untuk langsung mempraktikannya dengan membuat sebuah berita pendek seputar kegiatan pelatihan ini. Dari 51 tulisan, kemudian dipilih 3 tulisan terbaik, yakni Paramita K. D., Nurul R. I., dan Rani Alinda Sari. [Ajie Najmuddin/002]