Pagar Nusa Harus Populer dan Jadi Idola

0
1149
Suasana pembukaan: Dari kiri Ketua Pagar Nusa Jateng Sulatin, Ketua PWNU Jateng Abu Hapsin, Pengasuh Ponpes Azzuhri, Perwakilan Pengurus Pusat Pagar Nusa. [Foto: Ichwan]

Semarang, nujateng.com- Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa harus populer di masyarakat. Harus tenar di kalangan anak muda. Dan harus jadi idola setiap warga Nahdlatul Ulama.

Pencak Silat yang merupakan olahraga bela diri asli Indonesia, harus menjadi tuan di negeri sendiri. Dan Pagar Nusa sebagai perguruan Pencak Silat milik NU, harus menjadi tuan rumah di setiap unit  NU. Yakni harus eksis di madrasah/sekolah Maarif, atau lembaga pendidikan milik warga NU, di pondok pesantren, maupun di setiap unit usaha atau kantor NU. Juga harus menjadi olahraga alternatif bagi aktivis badan otonom NU.

Harapan itu disampaikan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng Abu Hafsin dan Ketua PW Lembaga Pendidikan Maarif NU Jateng Agus Sofwan Hadi, dalam Pembukaan Konferensi Wilayah II Pencak Silat NU Pagar Nusa Jawa Tengah di Pendopo Pondok Pesantren Azzuhri, Ketileng, Semarang, Kamis (14/5).

“Pagar Nusa harus tenar dan jadi idola,” tutur Abu Hafsin dalam Konferwil II bertema ‘Pencak Silat Sebagai Khazanah Budaya Bangsa Menuju Pribadi Berakhaluk dan Bermartabat’ itu.

Ketua PW LP Maarif NU Jateng Agus Sofwan Hadi menyampaikan, sekolah yang ada dalam naungan LP Maarif NU Jateng saat ini lebih dari 5 ribu. Jumlah gurunya 22 ribu, dan jumlah muridnya dari 1 juta. Pihaknya telah menginstruksikan seluruh kepala sekolah/madrasah Maarif untuk membuka ekstra kurikuler Pencak Silat Pagar Nusa, sebagai tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) PP LP Maarif NU dan PP PSNU Pagar Nusa yang ditandatangani di acara Rapimnas PSNU Pagar Nusa di Ponpes Azzuhri Semarang, pada 27 Maret 2015 lalu.

“Kami sudah siapkan seluruh sekolah/madrash Maarif beserta para guru dan muridnya untuk berlatih Pagar Nusa. Tinggal disiapkan saja para pelatihnya,” ujarnya.

Ketua PW PSNU Pagar Nusa Sulatin mengatakan, pihaknya mendorong seluruh pengurus cabang untuk segera menyiapkan pelatih sebanyak-banyaknya untuk memenuhi kebutuhan

“Menindaklanjuti MoU dengan LP Maarif, kita harus memproduksi sebanyak-banyaknya pelatih. Untuk memenuhi kebutuhan di sekolah maarif saja saat ini kita kekurangan pelatih,” sambutnya.

Hadir dalam pembukaan tersebut perwakilan Pengurus Pusat PSNU Pagar Nusa Nur Khamit (Mbah Wo) dan Arief Rohman, serta sejumlah tamu undangan. [Ichwan/002]