Madrasah Ma’arif Beradu Kreativitas

0
813
Kemeriahan karnaval dan kreativitas siswa Madrasah Ma’arif. [Foto: Abdus Salam]

Banyumas, nujateng.com- Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jawa Tengah menggelar festival kreativitas siswa madrasah 2015. Festival yang diadakan ini merupakan acara puncak dari program kemitraan pendidikan Australia Indonesia, sebagai bentuk kesuksesan menjalankan program meningkatkan mutu pendidikan madrasah, Sabtu (9/5).

Ketua SNIP LP Ma’arif NU Jawa Tengah, KH Muhammad Adnan, menegaskan bahwasanya program pendidikan ini menuju ke sasaran-sasaran madrasah yang masih memiliki akreditasi B dan C agar mampu mendapatkan akreditasi A.

“Sarana fisik dan mutu pendidikan yang diberikan menjadi sasarannya, agar mutu pendidikannya menjadi lebih baik”, ujarnya dalam sambutan.

Usai pembukaan dan sambutan, para peserta karnaval siswa madrasah dilepas dan diarak berkeliling ke jalan-jalan strategi di Banyumas. Keceriaan dari para siswa terpancar dari setiap wajah, meskipun cuaca terik tidak dihiraukannya. Pada festival ini, ada 60 madrasah di bawah naungan Ma’arif ikut serta meramaikan, terlihat dari persiapan panjang yang dilakukan.

Para siswa madrasah melakukan penghiasan mobil-mobil yang dirubah menjadi bentuk macam-macam, seperti bentuk gedung bangunan madrasah, kantin, kantor, masjid dan lain-lain. Pembentukan model-model tersebut tidak asal membentuk, tapi mempunyai arti sesuai keadaan madrasah masing-masing sesuai dengan keunggulannya. Ada juga yang memamerkan berbagai prestasi yang diperoleh madrasah.

Tidak hanya berhenti di situ, seusai melakukan pawai, murid-murid ini beradu kreativitas melalui berbagai macam seni, ada seni tari, musik rebana, teater, dan tarian-tarian tradisional.Para peserta harus bersaing dengan siswa dari madrasah lain, agar mampu membawa pulang juara dan hadiah tentunya.

Ketua Kemitraan Pendidikan Australia Indonesia, Abdul Munif, disela-sela sambutannya mengucapkan selamat bagi madrasah yang sudah mensukseskan program,  selain itu, sarana mutu pendidikan madrasah dan anak didik  menjadi lebih baik. Meskipun acara karnaval dan kreativitas siswa madrasah ini sempat tertunda semoga tidak menghambat kemajuan madrasah-madrasah yang sudah menerima bantuan ini yang nantinya mampu mencetak iman dan taqwa ilmu pengetauan dan teknologi.

“Diera seperti ini pedidikan menjadi daya saing, teknologi informasi dapat dibendung, madrasah harus ikut merevalitasi diri, madrasah sebagai unggulan, ilmu dan moral,” jelasnya. [Abdus Salam/002]