Lewat Pentas Drama, Santri Mranggen Kritik Moral Bangsa

0
1512
[Foto: Ben Zabidy]

Demak, nujateng.com- Lihatlah, lihatlah tukang rosok itu. Dia tetap berusaha untuk makan meski keadaan sudah sangat menghawatirkan. Hanya tukang rosok itu yang tidak mengeluh dengan keadaan desa ini. Ini bukan masalah mengeluh atau pun sabar menghadapi ujian Pak Bob. Masalah ini menyangkut warga saya. Saya bertanggung jawab dengan keadaan ini Pak Bob.

Itulah sepenggal adegan dialog dari lakon “Hujan Di Ujung Senja” yang akan dibawakan oleh kelompok Teater Fatah dari Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak. Lakon “Hujan Di Ujung Senja” akan dipentaskan dalam rangka Haflah Akhirussanah; Khotmil Qur’an, Khotmil Kutub, dan Muwada’ah Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak nanti pada Rabu malam (13/5) di halaman pesantren.

Lakon “Hujan Di Ujung Senja” merupakan karya dari Miftahul Khoir. Tema ini memuat kritik terhadap menurunnya moral anak bangsa. Karya yang berawal dari puisi ini akhirnya diubah menjadi naskah drama.

“Sebuah karya yang berawal dari puisi ketika saya galau di suatu senja melihat menurunnya moral anak bangsa dan akhirnya menjadi naskah drama “Hujan Di Ujung Senja”,” tuturnya.

Sutradara, Sholihul Hadi, juga akan menambahkan beberapa adegan yang menggelitik dan mengolahnya dengan menampilkan lelucon yang dikemas begitu apik sehingga akan memberikan pengetahuan baru bagi para pemain yang semuanya santri.

“Ya, walaupun waktu latihan sangat singkat sekali, hanya sebulan, kami yakin akan memberikan pengalaman baru bagi santri dalam pementasan teater nanti. Ini juga dalam rangka melestarikan pagelaran seni di lingkungan pesantren,” jelasnya.

Lakon ini nanti akan dipentaskan oleh 15 santri. Berbagai karakter dimasukkan dalam cerita tersebut. “Banyak hal saya peroleh saat latihan seperti kedisiplinan, konsentrasi, tanggungjawab, dan lain-lain,” kata Adib Hidayatulloh, mengungkapkan kegembiraanya atas pengalaman pertamanya ini. [Ben Zabidy/002]