Kiai Hadlor: Akhlak Itu Posisinya di Atas Pengetahuan

0
1245
KH Hadlor Ihsan. [Foto: Ben Zabidy]

Demak, nujateng.com- Bertempat di halaman Pondok Pesantren Futuhiyyah Suburan Mranggen Demak telah berlangsung haflah akhirus sanah (kegiatan akhir tahun) yakni muwaadaah (perpisahan). Juga digelar haflah Khotmil Qur’an dan Khotmil Kutub, pada Rabu malam  (13/5).

Setiap tahun kegiatan ini sudah menjadi kebiasaan, bahkan sudah merupakan keharusan dan tradisi untuk menutup kegiatan pesantren setiap akhir tahun.

Kegiatan tersebut diawali dengan musabaqoh atau perlombaan yang bersifat khas pesantren atau hiburan semata sejak dua minggu sebelumnya. Sehari sebelum acara muwadaah pun diselenggarakan karnaval yang berlangsung sore hari yang menampilkan berbagai ragam kreativitas santri yang berlangsung cukup meriah.

“Acara Muwaddah ini memang kami gelar rutin setiap tahun sekali, namun dari tahun ke tahun acara ini kami buat semeriah. Alhamdulilah semua bisa berlangsung lancar,” tutur ketua panitia penyelenggara, Abdus Shomad.

Gema shalawat menjadi awal dibukanya acara muwadaah pada ba’da Maghrib dengan Khotmil Qur’an yang berlangsung khidmat saat dilantunkan prosesi wisuda kelas akhir. Terlebih, suasana berubah menjadi hening tatkala para santri peserta khotmil Qur’an melantunkan ayat-ayat suci.

Setelah acara Khotmil Qur’an selesai, dilanjutkan Khotmil Kutub dengan agenda qiro’ah mandzumah yang meliputi nadzam Syifa’ul Janan, nadzam Imrithi dan nadzam Alfiyah oleh masing-masing kelas Madrasah Diniyah di hadapan para wali santri dan tamu undangan.

Atas nama wakil wali santri, bapak Slamet Abdus Salam menghaturkan syukur dan terima kasih atas bimbingan dan pengajaran dari pengasuh dan para asatidz sehingga putra-putri mereka bisa khatam dan diwisuda malam ini.

“Saya mewakili para wali santri tak lupa memohon maaf bila selama ini merepotkan pengasuh dan asatidz dalam membimbing anak-anak kami,” ungkapnya

KH Muhammad Hanif Muslih, selaku pengasuh mengucapkan banyak terima kasih kepada orang tua/wali santri yang telah mendukung program-program pengajian di Pondok Pesantren Futuhiyyah dan untuk selanjutnya dikembalikan pada orang tua/wali santri masing masing. Beliau juga berharap agar para lulusan tetap melanjutkan belajar dan ngajinya pada jenjang yang lebih tinggi.

“Semoga ilmu yang sudah diserap oleh para santri selama di pesantren dan di lembaga Madrasah mendapatkan ilmu yag manfaat dan barakah,” harapnya.

Dalam kesempatan mauidhoh yang disampaikan oleh KH Hadlor Ihsan dari Semarang menekankan betapa pentingnya ilmu dan pendidikan akhlak di pondok pesantren. “Akhlak, etika itu posisinya di atas pengetahuan,”  tuturnya.

Ia pun menjelaskan tentang keharusan manusia untuk selalu bersyukur kepada Allah Swt Karena manusia merupakan makhluk yang paling mulia diantara makhluk lainnya. Lebih-lebih umat Islam yang telah diturunkan Al Quran kepada mereka.

Fungsi diturunkannya Al Quran adalah untuk mengatur peri kehidupan manusia. Sebuah aturan yang benar dan pas  tentu harus datang dari pencipta manusia itu sendiri, untuk itulah Allah SWT menurunkan Al Quran untuk mengatur segala hal yang terkait kepentingan manusia.

“Walaupaun manusia makhluk yang mulia, namun ia akan selalu tergantung dan butuh terhadap peranan manusia lain. Disinilah urgensi peranan akhlak dan etika tersebut. Dan pesantren adalah miniatur masyarakat, hal-hal yang terjadi pesantren juga terjadi di masyarakat. Maka, dengan mempelajari apa-apa yang terjadi dipesantren dari tata cara bergaul maka santri santri nantinya akan terbiasa bergaul dengan masyarakat yang heterogen,” jelasnya.

Acara muwaadaah kali ini bertambah meriah dengan ditampilkannya kreativitas santri yaitu Teater Fatah, menampilkan tema kritikan terhadap moral bangsa yang cukup memikat bagi pemirsa. [Ben Zabidy/002]