KH Hasyim Muzadi Ingatkan Panitia Soal Lokasi Muktamar

1
2124
DR KH Hasyim Muzadi [Foto: Ajie Najmuddin]

Solo, nujateng.com- Muktamar NU ke-33 yang akan dihelat di Jombang Jawa Timur, Agustus mendatang, tentu bakal kental dengan nilai historis. Terlebih, lokasi Muktamar yang mengambil 3 pesantren yang lekat dengan para pendiri NU: Tebuireng, Denanyar, dan Tambakberas.

Namun, di sisi lain lokasi yang terpisah tentu akan menjadi kendala tersendiri bagi para peserta Muktamar. Terlebih pada sesi rapat pembahasan yang akan melibatkan para Syuriyah.

“Pada tahun 2004, lokasi Muktamar di Asrama Haji. Satu lokasi saja, peserta banyak yang terlambat. Ini tempatnya di beberapa lokasi yang jaraknya kilometer, tentu akan menjadi tantangan bagi paitia” kata Rais Syuriyah PBNU DR KH Hasyim Muzadi pada pertemuan PCNU se-Soloraya, di Kantor PCNU Solo Jawa Tengah, Selasa (5/5).

Menurutnya, lokasi Muktamar semestinya dipusatkan pada satu lokasi. “Taruhlah di Tebuireng, di sana ada juga ada Museum Hasyim Asy’ari yang dapat menampung ribuan peserta. Di sana untuk parkir juga isnyaallah cukup,” ujar Pengasuh Pesantren Al-Hikam itu.

Namun, terlepas dari hal tersebut, Kiai Hasyim juga mengingatkan kepada para pengurus NU yang hadir untuk mempersiapkan lebih serius dalam menghadapi Muktamar.

“Paling penting, masuk Muktamar mesti persiapkan konsep dengan matang. Khususnya dalam konsep penguatan peran Syuriyah. NU ini mau dibawa ke mana?” tanya dia.

Selain masalah lokasi dan persiapan Muktamar, dalam kesempatan tersebut Kiai Hasyim juga meminta para pengurus NU di Cabang dan Wilayah untuk mewaspadai masuknya paham lain ke dalam tubuh NU. [Ajie Najmuddin/002]