Soal HIV/AIDS: Tugas Warga NU, Mengurangi Stigma

0
749
Tedi Kholiludin saat menyampaikan materi dalam Pelatihan Program Pencegahan HIV&AIDS Bagi Pendidik Sebaya untuk Komunitas dan Masyarakat di Propinsi Jawa Tengah. [Foto; Salam]

Semarang, nujateng.com- Sub Recipient (SR) Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah, pelaksana program PWNU Jawa Tengah untuk penanggulangan HIV/AIDS, melaksanakan Pelatihan Program Pencegahan HIV&AIDS Bagi Pendidik Sebaya untuk Komunitas dan Masyarakat di Propinsi Jawa Tengah. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 7-10 April 2015 itu diikuti oleh 170 orang peserta dari 17 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Koordinator SRNU Jawa Tengah, Tedi Kholiludin mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar NU untuk aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan. “Memang bukan sesuatu yang ringan, karena sebagai bagian dari masyarakat sipil, NU harus ada di antara masyarakat. Mencari solusi atas persoalan di masyarakat, termasuk dalam isu HIV/AIDS ini,” terang Tedi.

Dalam penanggulangan HIV, setidaknya ada tiga pilar yang bergerak disana. Dinas kesehatan yang bertanggungjawab dalam layanan kesehatan, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) yang salah satu tugasnya adalah melakukan koordinasi dalam perumusan penyusunan kebijakan, strategi dan langkah-langkah dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan HIV&AIDS serta masyarakat sipil.

Jika ditilik dari perjalanan perannya dalam penanggulangan HIV/AIDS, keterlibatan NU di dalamnya memang relatif baru. Di Jawa Tengah sendiri, NU baru aktif bergiat di awal tahun 2013, meski di beberapa kabupaten/kota ada banyak kader-kader yang sudah turut bergiat dalam program ini. Organisasi yang mapan dan kader yang banyak sejatinya menjadi kekuatan yang bisa membuat peran NU lebih maksimal.

“Kegiatan-kegiatan ini sejatinya juga sebagai salah satu alat untuk sosialisasi tentang NU dan keterlibatannya dalam penanggulangan HIV/AIDS. Karena selain diikuti oleh kader NU, kegiatan ini juga menyasar pendidik sebaya di komunitas. Nah, NU berupaya hadir di wilayah yang kerap tak terjamah itu,” tambah Tedi yang juga Sekretaris PW Lakpesdam NU Jawa Tengah.

Salah satu yang masih sangat menjadi persoalan di masyarakat adalah stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Penyebabnya lebih banyak karena informasi yang tidak komprehensif tentang apa itu HIV/AIDS dan bagaimana penularannya. “Tugas kader kesehatan NU adalah menjelaskan secara komprehensif tentang apa HIV/AIDS sebagai cara untuk mengurangi stigma dan diskriminasi. Hemat saya hal minimal yang bisa dilakukan oleh warga NU adalah tidak mendiskreditkan ODHA,” papar Tedi. [AR/001]