Perempuan Hebat Ala Kartini

0
816
[Foto: www.mutiararahmah.info]

Oleh: Hj Amiroh Ambarwati, S.Pd, MA*

Menyebut nama “Kartini” selalu saja membuat jiwa-jiwa perempuan Indonesia bergetar. Betapa tidak, perjuangan Kartini yang fenomenal pada masanya telah menorehkan tinta emas dalam mewarnai kehidupan kaumnya. Sosok Kartini sangat lekat dengan jatidiri seorang perempuan tangguh dan hebat. Betapa tidak, dengan kegigihannya, Kartini mampu merobek sekat yang sekian lama mengungkung ruang gerak kaum perempuan dari dunia luar, hingga akhirnya mampu membawa kaum perempuan bisa ikut menghirup udara segar dalam semesta dunia pendidikan.

Ketangguhan dan kehebatan perempuan bukan hanya milik Kartini, tapi juga milik generasi pasca Kartini yang terus lahir dan mewarisi kehebatan Kartini. Diantara indikator perempuan hebat pada masa sekarang ini adalah perempuan yang mampu memberikan pengaruh baik dan menebar manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Sehubungan dengan hal itu, maka momen peringatan Hari Kartini kali ini hendaknya menjadi momen istimewa bagi kaum perempuan untuk merefleksikan diri dan keberadaannya.

Jaman memang telah berubah. Saat ini bukan lagi era dimana sebagian besar perempuan cenderung menghabiskan hari-harinya dengan berbagai aktifitas dan rutinitas kesibukan domestik (kesibukan internal rumah tangga), seperti memasak, membereskan rumah, merawat anak dan melayani suami.

Seiring dengan perjalanan waktu, saat ini ada banyak fakta yang memberi bukti bahwa keterlibatan perempuan dalam kancah publik cukup variatif dan memberi warna tersendiri. Sebagaimana yang kita lihat, saat ini perempuan mulai berperan aktif pada berbagai lini kehidupan, baik bidang pendidikan, kesehatan, hukum, seni budaya, ekonomi, maupun bidang-bidang yang lain. Hal ini tentu menjawab keraguan tentang kapasitas perempuan, karena sesungguhnya saat diberikan kesempatan, sesungguhnya perempuan juga mampu menunjukkan eksistensi dan kapasitas dirinya untuk kemaslahatan bersama.

Dikatakan oleh sebagian kalangan, hal inilah yang menjadi bagian dari misi emansipasi. Sekalipun demikian, nampaknya kaum perempuan perlu lebih arif dan bijak dalam menyikapi gelombang dan arus emansipasi, sebab terkadang ada sebagian perempuan memandang emansipasi sebagai sebuah alat untuk mendapatkan previlege, bukan untuk memberikan kontribusi sesuai dengan kapasitas yang dimilikinya.

Dalam menjalankan berbagai peran yang dipilihnya, perempuan hendaknya bisa bersikap proporsional dalam menempatkan diri, baik dalam ruang publik maupun ruang privat (keluarga). Diantara berbagai peran yang dijalani, ada satu peran strategis yang dimiliki oleh perempuan yang bisa dijalaninya baik saat dia berada di ruang publik maupun di ruang privat. Peran dimaksud adalah peran dalam menjaga dan melindungi serta mengantarkan generasi penerus bangsa menjadi generasi yang kompeten dan berkualitas. Dengan menggunakan sisi feminisme yang dimilikinya, dalam hal ini perempuan perlu bergandeng tangan (bekerja sama) dengan kaum pria untuk menjaga dan menyelamatkan generasi muda ini dari berbagai pengaruh buruk lingkungan dan gerusan budaya di era globalisasi. Generasi muda perlu diselamatkan karena mereka adalah aset terbesar sebuah bangsa.

Diantara langkah yang perlu ditempuh untuk menyelamatkan generasi muda bangsa tersebut adalah dengan memberi perhatian ekstra (mengontrol dan menjaga) lingkungan dan komunitas dimana mereka bersosialisasi serta memberikan bimbingan dan pendidikan yang memadai. Hal ini dipandang penting karena pengaruh buruk bisa muncul kapan saja dari lingkungan dan komunitas tersebut.

Sebagaimana kita tahu, saat ini generasi muda sangat rentan dengan berbagai pengaruh negatif yang timbul sebagai dampak dari pergaulan bebas dan pesatnya kemajuan teknologi. Sebut saja seks bebas, perdagangan manusia, maupun narkoba. Melalui perhatian dan kasih sayang serta bekal pendidikan yang baik diharapkan berbagai persoalan yang selalu mengancam generasi muda bisa teratasi. Dalam konteks inilah peran perempuan dalam memberikan pengaruh baik dan menebar manfaat bagi lingkungan sekitarnya dapat diwujudkan.

Dalam rangka mensyukuri karunia Sang Pencipta, tak ada salahnya perempuan mengoptimalkan potensi yang dimiliki demi kemaslahatan orang banyak, namun perlu disadari bahwa ada peran mulia yang tak kalah pentingnya untuk diindahkan, seperti merawat, menjaga, melindungi, dan memberikan bekal pendidikan yang baik pada anak-anak yang menjadi tanggung jawabnya. Karena anak-anak inilah yang kelak akan tumbuh besar dan berkembang menjadi calon generasi penerus perjuangan bangsa, yang akan mewarnai masa depan bangsa dalam kancah percaturan dunia dari masa ke masa. Wallahu a’lam bi ash-shawab.

*Alumnus MA Futuhiyyah 2 Mranggen,

Widyaswara Balai Diklat Keagamaan Provinsi Jawa Tengah