Pemerintah Harus Gandeng Ulama Tolak ISIS

0
766
Tanda Tangan: Anggota Dewan Pertimbangan Presiden KH Hasyim Muzadi (memegang spidol) tanda tangan di atas kain putih sebagai wujud penolakan terhadap paham ISIS di Jateng, Selasa (7/4/15). [Foto: Ceprudin]

Semarang, nujateng.com Pemerintah tampaknya menyikapi serius berkembangnya paham  Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Indonesia. Pencegahan dan penanggulangan paham paham radikal itu dilakukan pemerintah dari pusat hingga pemerintah daerah kabupaten/kota.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden KH Hasyim Muzadi menyampaikan, pemerintah dan ulama harus bahu membahu mencegah gerakan ISIS dan terorisme. Menurutnya, Islam tidak seperti yang disampaikan ISIS. Islam agama dari Tuhan yang yang sangat mulia. Agama yang memberi rahmat bagi sebagian alam.

Namun, lanjutnya, dengan adanya ISIS, agama yang mulia itu menjadi fitnah bagi manusia, menjadi fitnah bagi Islam dan menjadi fitnah bagi Indonesia. Mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu membeberkan mengapa Islam agama yang damai itu menjadi arogan dan radikal.

“Khusus untuk terorisme yang berkarakter agama, akarnya dari keyakinan yang mengkafirkan keyakinan orang lain,” katanya pada Rapat Koordinasi (Rakor) Pemantapan Sinergi Pencegahan dan Penanggulangan Pergerakan ISIS di Wilayah Provinsi Jateng, di Gedung Gradhika Bhakti Pradja, Gubernuran, Selasa (7/4/15).

Selain Mbah Hasyim, sapaan akrabnya, pada kesempatan itu juga hadir sebagai narasumber dari BNPT, Kapolri dan jajaran pemerintah pusat. Hadir pula, Kapolda Jateng, Irjen Pol Noer Ali, Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Bayu Purwiyono, Ketua PWNU Jateng, Drs H Abu Hapsin, Ph.D.

Hadir juga Ketua PW Muhammadiyah, Kejati Jateng, Ketua MUI Jateng, Ketua FKUB Jateng, dan semua Forkominda Jateng. Hadir juga Habib Lutfi, bupati/walikota, Ketua PCNU se-Jateng dan Kapolres se-Jateng.

Paham Mengkafirkan

Mbah Hasyim yang juga Presiden World Conference on Religions for Peace (WCRP) menyampaikan, ISIS berpandangan agama lain bukan hanya salah, tapi juga kafir sehingga boleh diperangi dan halal darahnya. Atas dasar pandangan itu, selain mereka, semua salah.

Mbah Hasyim menyindir paham radikal yang menganggap keyakinan mereka paling benar. Sebaliknya paham yang lain salah. “(Selain saya (ISIS) akan masuk neraka dan hanya dia yang masuk surga. Saya juga kok heran, kenapa dia gak takut sendirian di surga,” selorohnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang menjadi moderator pada kesempatan itu menerima baik semua usulan dari pemerintah pusat dan para peserta Rakor. Ganjar akan berkonsultasi kepada pemerintah pusat bagaimana langkah selanjutnya untuk mencegah perkembangan paham ISIS.

“Kami menerima masukan-masukan dan akan menindaklanjuti ini. Dalam bernegara memang jangan mencari perbedaan, tapi mencari yang sama. Maka harus dicarikan solusinya yang baik. Karena negara ini beragam,” tutup gubernur, usai menerima masukan-masukan dari peserta Rakor.

Dalam kesempatan itu, sejumlah elemen yang hadir juga menorehkan tanda tangan di atas kain sepanjang 15 sentimeter perihal penolakan ISIS di Jawa Tengah. Termasuk gubernur dan Mbah Hasyim. [Cecep/002]