Ulama Afghanistan Studi Banding Ke NU Jateng

0
719
Ulama Afghanistan Syaikh Dadhlul Ghoni (dua dari kiri) bersama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah di Kantor PWNU Jateng, Jl dr Cipto 180, Rabu siang (25/3). [Bams]

Semarang, nujateng.com- Kajian-kajian keislaman di Afghanistan tersebar di banyak tempat, terutama di masjid-masjidnya. Di tempat-tempat ibadah itu masyarakat belajar al-Quran, tafsirnya, hadis, ilmu logika (manthiq), filsafat, dan yang lainnya. Namun, setelah terjadi peperangan, kegiatan belajar mengajar menjadi tidak kondusif. Perang telah merugikan banyak hal, dalam bidang keilmuan hingga perekonomian. Gara-gara perang, banyak warga Afghanistan yang miskin.

Hal itu disampaikan oleh salah satu ulama Afghanistan, Syaikh Dadhlul Ghoni, dalam kunjungannya ke Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah di Kantor PWNU Jateng, Jl dr Cipto 180, Rabu siang (25/3).

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 2 jam itu, Syaikh Dadhlul bersama temannya, Syaikh Dama Ahmad Dhiya`, selain bercerita tentang kondisi negaranya, juga menyampaikan kekagumannya terhadap sikap keagamaan NU.

Sebab terinspirasi oleh NU, ia bersama sejumlah tokoh muslim Afghanistan lainnya membuat organisasi keislaman yang mengusung nilai-nilai keagamaan yang menjunjung tinggi persaudaraan, kasih sayang, toleransi, dan moderasi. Bahkan organisasinya itu, ia beri nama Nahdlatul Ulama (NU). “Dengan sejumlah teman di sana, saya mendirikan organisasi Nahdlatul Ulama yang menebarkan perdamaian, dan al-hamdulillah ulama-ulama lainnya tertarik dan mengikuti. Organisasi ini (NU, red) akan terus kami sebarluaskan,” paparnya.

Pihaknya juga, menyampaikan bahwa kedatangannya selain untuk silaturrahim, juga belajar kepada para ulama NU dalam membina bangsa dan Negara melalui organisasi kemasyarakatan dan pendidikan di pondok pesantren.

Hadir dalam pertemuan itu, Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh, Wakil Ketua Umum PBNU Dr KH As’ad Said Ali, Sekretaris Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Dr KH Mohamad Arja Imroni, Katib Syuriah PWNU Jawa Tengah Dr KH Fadlolan Musyaffa’, Pengurus Pusat GP Ansor KH Ahmad Nadhif Abdul Mujib, dan pengurus Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU Jawa Tengah.

Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh, dalam sambutannya menyampaikan bahwa NU adalah organisasi keislaman yang bermadzhab Syafi’i atau salah satu dari empat imam madzhab dalam bidang fikih, al-Ghazali dan al-Junaid dalam tasawuf, al-Asy’ari dan al-Maturidi dalam ilmu kalam. “Kesemuannya itu pada prinsipnya NU mengedepankan sikap tawassuth, tawazun, ta’adul, tasamuh, dan istiqomah,” tuturnya.

Usai pertemuan di Kantor NU Jawa Tengah, dua ulama Afghanistan yang ditemani 8 mahasiswa Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang asal Afghanistan, menuju ke Pondok Pesantren Al-Itqon Bugen Semarang untuk melihat pendidikan yang diterapkan di pondok pesantren yang menjadi kekhasan NU. [AR/002]