Rapatkan Barisan, NU Pekalongan Utara Gelar Pelantikan Bersama

0
1064
Pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU Pekalongan Utara (27/3). [Foto: IZ]

Pekalongan, nujateng.com- Mengawali kegiatan Nahdlatul Ulama Pekalongan Utara, Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Pekalongan Utara periode 2014 – 2019, Jumat (27/3) kemarin menggelar kegiatan pelantikan bersama badan otonom di wilayahnya.

Acara yang dihelat di komplek rumah dinas eks Pembantu Gubernur Pekalongan, dibarengi dengan pelantikan Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Pebean, Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU dan Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IPNU IPPNU STAIN Pekalongan.

Ketua MWC NU Pekalongan Utara HM Nasir kepada nujateng.com mengatakan, kegiatan bersama dengan badan otonom ini merupakan langkah awal konsolidasi dan yang pertama kalinya dilaksanakan di wilayah Pekalongan Utara.

Dikatakan, jika pada kegiatan sebelumnya berjalan sendiri-sendiri, kali ini dicoba mengadakan kegiatan bersama ditunjang dengan kegiatan lainnya seperti jalan sehat, donor darah, bazar dan pengajian umum.

“Ini merupakan langkah awal untuk melakukan konsolidasi organisasi di wilayah Pekalongan Utara, hal ini penting dilakukan, agar warga nahdliyin bisa bersatu padu merapatkan barisan, agar tidak mudah dirongrong oleh pihak manapun,” ujarnya.

Dirinya selaku Ketua MWC NU berharap kepada jajaran pengurus NU dan badan otonom di wilayahnya segera melakukan konsolidasi di wilayahnya masing masing dengan memperbanyak pertemuan dan menggelar kegiatan.

“Kita jangan sampai lengah terhadap upaya gerakan radikalisme di wilayah Pekalongan Utara,” tambahnya.

Rais Syuriah PCNU Kota Pekalongan KH Zainuri Zainal Mustofa sebelum melantik jajaran Pengurus MWC NU Pekalongan Utara Periode 2014-2019 berpesan, agar pengurus yang sudah mengucapkan bai’at dan menerima Surat Keputusan (SK) langsung aktif bekerja menjalankan program programnya hingga akhir periode.

Sedangkan Katib Syuriah PCNU Kota Pekalongan H Romadhon Abdul Jalil meminta kepada segenap jajaran pengurus yang sudah dilantik untuk memajang naskah bai’at yang berisi janji untuk mengabdi kepada NU di rumah masing masing. Menurut Romadhon, hal ini perlu dilakukan, agar pengurus senantiasa ingat akan janjinya saat menjadi pengurus.

“Jangan sampai pengurus yang sudah berbai’at lantas lupa akan janjinya saat menjadi pengurus, maka dengan memajang naskah bai’at di rumah masing masing, pengurus akan selalu ingat dan berusaha sekuat tenaga untuk menjalankan roda organisasi,” paparnya. [IZ/002]