Dokumentasikan Perjuangan NU dengan Film

0
682
[Foto: www.nu.or.id]

Magelang, nujateng.com- Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) bersama Pengurus Besar Nadlatul Ulama (PBNU) sedang menggarap film perjuangan NU pada tahun 1965/1966.
Film itu dimaksudkan untuk mendokumentasikan sejarah perjuangan kiai-kiai NU dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Salah satu adegan film itu mengambil objek di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Mengambil tempat salah satunya di Magelang, karena ada sungai yang mirip dengan kejadian aslinya di Jawa Timur.
“Film itu mengisahkan perjuangan NU pada tahun 1965. Tujuannya untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang sejarah perjuangan NU pada masa itu,” kata Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Magelang, Dr Mahsun, saat ditemui di kantornya, Sabtu (28/2/15).
Menurutnya, sejarah perjuangan NU di masyarakat tidak diketahui secara luas. Bahkan sebaliknya, di masyarakat ada yang beranggapan bahwa NU melakukan kejahatan terhadap PKI pada tahun 1965. Padahal sebaliknya, dalam konteks saat itu, kiai-kiai NU banyak yang menjadi korban kejahatan politik.
“Karena itu dibuatlah film yang akan mampu menarasikan sejarah yang lengkap. Karena, jika kita berkaca pada situasi politik waktu itu, justru NU-lah yang dalam posisi terdzalimi. Karena buktinya banyak kiai NU yang dibantai oleh orang-orang misterius,” terangnya.
Kiai Terdzalimi
Mengenai pembunuhan dan penculikan kepada kiai NU, Mahsun bercerita kejadian di beberapa daerah dimana kiai menjadi korban pembunuhan dan penculikan. Dalam suatu adegan nanti, katanya, akan diceritakan sejarah pembunuhan kiai-kiai di sebuah pinggiran kali, di Jawa Timur.
“Selain di Jatim, di Kabupaten Grobogan Jateng juga sempat terjadi kekacauan politik yang membuat kiai-kiai terintimidasi. Termasuk bapak saya. Bapak saya pernah bercerita bahwa dia menjadi target operasi pembunuhan. Bahkan sudah dibuatkan lubang untuk untuk kuburannya. Namun alhamdulillah selamat,” cerita lelaki kelahiran Grobogan ini.
Menurut dia, jika benar NU melakukan kejahatan pada PKI, itu dalam rangka membela keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sejak didirikan memang NU sudah memantapkan bahwa NKRI harga mati. Karena itu, harus dipahami bahwa konidisi waktu itu sedang berjuang mempertahankan keutuhan negara.
“Itu pun jika benar NU yang melakukan pembunuhan kepada PKI. NU yang menyatakan final terhadap NKRI harus konsisten, sehingga itu harus berjuang dengan negara. Itu pun, jika memang betul NU yang melakukan pembunuhan terhadap PKI,” pungkasnya. [Ceprudin/002]