Menag: Saya Tahu NU Dari Muslimat

0
747
Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin (LHS) menyampaikan sambutan dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pendidikan Muslimat Nahdlatul Ulama di Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (5/2). [Foto: G-penk]

Samarinda, nujateng.com- Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin (LHS) menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pendidikan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dari semua provinsi di Indonesia, di Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (5/2). Rakernas yang berlangsung 5-7 Februari ini ini, mengambil tema: “Menguatkan Jaringan Pendidikan yang makin Berkualitas dan Terjangkau untuk Menyiapkan Sumber Daya Manusia yang Unggul dan Kompetitif dan Berakakhlak Mulia” ini, LHS mengungkapkan, bahwa Muslimat adalah organ pertama yang mengenalkannya dengan NU.

“Saya tau NU, kali pertama, ya dari Muslimat. Sejak masih kecil, saat balita, saya sering diajak ibu saya yang seorang pengurus Muslimat NU, dalam kegiatan-kegiatan Muslimat, utamanya saat pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Saya berpikir, jangan-jangan sebelum lahir pun, saya sudah menjadi NU, karena sering diajak mengikuti kegiatan-kegiatan muslimat NU,” terangnya yang disambut tepuk tangan hadirin.

Lebih jauh, LHS bercerita, bahwa di sebuah bangunan kecil di daerah Menteng (gedung Muslimat -red), dirinya menghabiskan hari-hari masa kecil, karena diajak sang bunda, sehingga dirinya sejak kecil sudah mengenal NU.

Selain dihadiri oleh Ketua Umum PP Muslimat NU yang juga Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, hadir pula Ketua PP LP Maarif NU Arifin Junaidi, dan para pengurus Muslimat NU se-Indonesia.

LHS mengungkapkan, bahwa posisi  Muslimat NU sangat strategis karena membina PAUD. Dalam konteks ini, Menag mengingatkan bahwa selain anak-anak, Muslimat juga harus berada pada garda terdepan dalam pendidikan terhadap orang tua. Sebab menurutnya,  perubahan globalisasi yang begitu cepat, menjadikan pendidikan tidak hanya penting bagi anak-anak saja, tapi juga  bagi orang tua.

“Muslimat harus turut serta melakukan sesuatu, agar bagaimana orang tua, juga memiliki kemampuan untuk mendidik anak-anaknya di era perubahan seperti sekarang ini,” harap LHS serius.

LHS mendukung langkah Muslimat NU, membagikan buku home reading yang berisi bacaan cerita-cerita hikmah yang mendidik.

Putera mantan Menag KH Saifuddin Zuhri (alm) ini berharap, buku-buku tersebut bisa menjadi sarana mentransformasi nilai-nilai positif kepada anak-anak yang saat ini dirasa sudah semakin berkurang. “Selain waktu yang semakin terbatas, kemampuan kita untuk menceritakan cerita-cerita yang penuh hikmah, teladan, nilai-nilai kebajikan pun semakin memerlukan perhatian serius dari kita. Untuk itu, Kementerian Agama, membuka diri, untuk bersama-sama Muslimat NU, mengembangkan program-program ke depan, sehingga generasi muda Indonesia semakin teguh dengan paham keagamaan, sebagaimana yang diajarkan para pendahulu, dan memiliki paham kebangsaan yang tinggi. Meski di era globalisasi, (generasi kita) tidak tergerus dan tercerabut jati dirinya sebagai bangsa Indonesia dan umat beragama,” katanya, penuh harap. [G-penk/002]