Kerjasama RI-Saudi Arabia Telah Terjalin Lama

0
812
Menag, diapit oleh kepala atase agama (kiri) dan duta besar (kanan). [Foto: G-Penk]

Jakarta, nujateng.com- Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin (LHS) menghadiri malam penyerahan tanda penghargaan dan peresmian Pra Musabaqah Hafalan al-Qur’an dan Hadits Pangeran Sultan bin Abdulaziz Alu Suud tingkat Nasional ke-7 dan tingkat Asean-Pasifik ke-6 Tahun 2015 di Indonesia. Acara ini diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Kerajaan Saudi Arabia untuk Indonesia, di Raffles Hotel, Jakarta, Rabu (11/2) malam.

Dalam sambutannya, Menag menyatakan bahwa Rakyat Indonesia dan Kerajaan Saudi Arabia telah lama bekerjasama bahkan jauh sebelum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terbentuk.

“Indonesia dan Saudi Arabia telah lama menjalin kerjasama, utamanya melalui Ibadah Haji dan Pendidikan. Bahkan pendiri dua organisasi Islam terbesar di Republik ini, yakni Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ary (Mbah Hasyim), pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dan KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, di masa mudanya, menuntut ilmu di Saudi. Bukti tak terbantahkan, sejarah pembaharuan paham Islam di Nusantara di abad ke-19, mengabadikan sejumlah tokoh yang memperoleh pencerahan di Saudi, kemudian mengembangkannya si Indonesia, sesuai dengan dinamika zaman yang beliau-beliau alami” terang Menag.

Menag dengan bangga juga mengenang ulama dari Indonesia yang terkenal di Saudi. “Kami masyarakat muslim Indonesia, berbangga hati, bahwa salah satu ulama kami, yakni Syaikh Ahmad Khatib asal Minangkabau, yang menjadi guru besar dan imam di Masjidil Haram. Bahkan perdana menteri (alm) M Natsir dikenal dekat dengan (alm) Raja Faisal. Negara-negara Arab adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan NKRI” kenang Menag.

Tidak lupa, putera tokoh NU, (alm) KH Saefuddin Zuhri ini mengucapkan belasungkawa yang dalam atas meninggalnya Raja Abdullah bis Abdul Aziz beberapa waktu lalu.

“Semoga dibawah Raja Saudi yang baru,Raja Salman bin Abdul Aziz al-Saud, Allah Swt mengaruniai hidayah dan kekuatan dalam mengemban amanah, menjaga dua masjid suci, serta memimpin rakyatnya dalam keadilan, kesejahteraan, kedamaian dan kemuliaan. Semoga Kerajaan Saudi senantiasa mencapai kemakmuran dan mempertahankan kegemilangan sejarah di masa depan, serta meningkatkan kerjasama dengan Indonesia” doa Menag.

Dalam kesempatan tersebut, atas permintaan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Mustafa Ibrahim al-Mubarak, Menag, secara resmi melaunching Pra Musabaqah Hafalan al-Qur’an dan Hadits Pangeran Sultan bin Abdulaziz Alu Suud tingkat Nasional ke-7 dan tingkat Asean dan Pasifik ke-6 tahun 2015.

Sebelumnya, Duta Besar Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Mustafa Ibrahim al-Mubarak mengucapkan beribu terima kasih atas bantuan, dukungan dan support penuh Bangsa Indonesia. Atas dukungan itulah Musabaqah Hafalan al-Qur’an dan Hadits, Pangeran Sultan bin Abdulaziz Alu Suud, bisa berjalan dengan lancar, bahkan telah menapaki ke-7 untuk tingkat Nasional Indonesia, dan ke-6 untuk tingkat Asean dan Pasifik.

“Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia yang sangat luar biasa. Atas nama Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, kami haturkan beribu terima kasih, atas bantuan, dukungan dan support dalam kegiatan ini” terang Duta besar.

“Untuk itu, lanjut duta besar, atas nama pemerintah kerajaan, Kedutaan Besar Saudi Arabia memberi cinderamata penghargaan kepada para pejabat tinggi negara, yang selama ini membantu Musabaqah Hafalan al-Qur’an dan Hadits, Pangeran Sultan bin Abdulaziz Alu Suud tersebut,” lanjut duta besar.

Para pejabat tinggi negara (masa Kabinet Indonesia Bersatu jilid II) tersebut adalah: Suryadharma Ali, Sudi Silalahi, Hatta Rajasa, Muhammad Nuh, Salim Assegaf al-Jufri, Muhaimin Iskandar, Dipo Alam dan mantan Wamenag Nasaruddin Umar.

“Selain itu, kepada Menteri Agama, Bapak Lukman Hakim Saifuddin, kami berharap arahan dan tausiyahnya, sekaligus membuka Launching Pra Musabaqah Hafalan al-Qur’an dan Hadits, Pangeran Sultan bin Abdulaziz Alu Suud tingkat Nasional ke-7 dan tingkat Asean-Pasifik ke-6 Tahun 2015 di Indonesia” harap Duta Besar.

Hadir dalam acara tersebut beberapa undangan dari pesantren, beberapa tokoh NKRI seperti wakil MPR Hidayat Nur Wahid, Hakim MK Patrialis Akbar dan beberapa duta besar negara sahabat. Hadir pula, Sekjen Kemenag, Nur Syam, Dirjen Bimas Islam, Machasin, Sesditjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin, Direktur Penais-Ditjen Bimas Islam, Euis Sri Mulyani dan Sesmenag, Khoirul Huda.

Kagumi Kitab Karangan Mbah Hasyim

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia Pelaksana, yang juga Kepala Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Syeikh Ibrahim bin Sulaiman Alnughaimshi dalam sambutannya mengatakan ia banyak menghabiskan waktu untuk membaca dan menelaah kitab-kitab karangan pendiri Nahdlatul Ulama’ (NU); Hadratusy Syaikh Hasyim Asya’ary (Mbah Hasyim).

“Salah seorang Ulama besar dari Indonesia, yang pernah menuntut ilmu di Saudi Arabia, KH Muhammad Hasyim Asy’ary (Mbah Hasyim), menelurkan banyak kitab. Dan saya membaca semua kitab yang beliau tulis. Saya baca dan telaah, huruf per huruf. Pemikiran beliau sangat luar biasa. Saya menyimpulkan dan mengusulkan, kitab-kitab karangan KH Hasyim dijadikan pegangan setiap pesantren di Seluruh Indonesia. karena pemikiran beliau sangat besar dan penting untuk perkembangan, kemajuan dan persatuan bangsa ini” tutur Ibrahim serius, hingga mengucapkan rasa syukur dan terima kasih hingga 4 kali. [G-penk/001]