Banser Jawa Tengah Semarakkan Pawai Panjang Jimat

0
1374
Penampilan Banser dalam acara Pawai Panjang Jimat di Pekalongan beberapa waktu lalu. [Foto: Abdul Muiz]

Pekalongan, nujateng.com- Pawai Panjang Jimat yang berlangsung pekan kemarin terasa begitu istimewa. Pasalnya, dari sekian puluh regu yang ikut dalam barisan pawai yang terdiri dari kalangan pelajar, mahasiswa, TNI dan Polri, ormas di bawah naungan Nahdlatul Ulama, terdapat 10 regu barisan Banser yang ikut menyemarakkan pawai panjang jimat yang dihelat rutin setiap kegiatan maulid Nabi di Kanzus Sholawat Pekalongan.

Kesepuluh regu Banser berasal dari Banser Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang, Kabupaten Pemalang, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes. Kemudian Kabupaten Pati, Kota Semarang dan Demak. Selain itu, Fatayat Serbaguna (Fatser) juga turut ambil bagian untuk tahun ini.

Penampilan Banser pada acara pawai terasa istimewa, karena masing masing daerah mengeluarkan berbagai atraksi, misalnya Kabupaten Pati menampilkan Marching Band dengan lagu andalannya padang bulan ciptaan Habib Muhammad Luthfi bin Yahya, Kabupaten Brebes menampilkan Ikatan Motor Banser Indonesia (IMBI), juga ada regu Banser yang menampilkan debus, Banser Lalu Lintas (Balantas), Banser Tanggap Bencana (Batagana) maupun Densus 99.

Hadirnya Banser di arena Pawai Panjang Jimat menurut Faizin yang ditunjuk sebagai koordinator merupakan bentuk partisipasi nyata terhadap kegiatan yang dihelat Habib Luthfi bin Yahya.

Dikatakan, Banser sebagai benteng ulama telah berkomitmen menjaga NKRI dari gangguan berbagai pihak, dan apa yang telah ditampilkan di pawai Panjang Jimat hanya sebagian kecil Banser dan sebgai wujud kesiapan Banser mengawal NKRI sampai kapanpun.

“Banser sebagai bagian dari kekuatan bangsa, siap mengawal NKRI bersama TNI dan Polri,” ujar Faizin yang asli Pekalongan.

Pawai Panjang Jimat yang berlangsung setiap tahun menjelang peringatan Maulid Nabi di Kota Pekalongan selalu mendapat perhatian puluhan ribu warga Pekalongan dan sekitarnya. Seperti yang dikatakan Andul Munir (41) jauh-jauh datang dari Kota Tegal bersama seluruh keluarganya untuk melihat dari dekat pawai yang menampilkan berbagai budaya yang tidak ada di kota lain. [IZ/002]