Pesilat NU Selalu Siap Jaga NKRI

0
1222
Para atlet pencak silat Pagar Nusa sedang mengikuti upacara pembukaan Kerjuda. (Foto: M. Ichwan)

Semarang, nujateng.com- Para pesilat Nadlatul Ulama (NU) yang tergabung dalam Pagar Nusa selalu siap menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Prinsipnya, membela negara adalah kewajiban dan merupakan bagian dari iman. Bagi Pagar Nusa, NKRI adalah harga mati. Dan Pancasila harus selalu jaya.

Hal itu ditegaskan oleh Ketua Umum Pengurus Wilayah Pencak Silat NU Pagar Nusa Jawa Tengah H Sulatin, saat membuka Kejuaraan Daerah III Pagar Nusa se-Jateng dan DIY, di Pondok Pesantren Azzuhri, Ketileng Semarang, Rabu, (1/1/2015) sore.

Sulatin menyatakan, mencintai tanah air adalah ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Terlebih NU adalah pendiri negara Indonesia, tentu akan selalu menjaga agar negeri ini selamat dunia akhirat. Tidak akan dibiarkan ada pihak manapun merongrong republik yang diperjuangkan kemerdekaannya oleh para syuhada yang terdiri para ulama.

“Jiwa NU adalah jiwa Indonesia. Pagar Nusa adalah Pagarnya NU dan Bangsa,“ tutur Sulatin menjelaskan singkatan nama perguruan pencak silat yang dipimpinnya.

Hadir dalam pembukaan tersebut Sekretaris PWNU Jateng Dr M Arja Imroni, Anggota DPD RI Sulistyo, sejumla pejabat tingkat Jateng, dan para pendekar dan pengurus Pagar Nusa se-Jateng dan DIY.

450 Peserta

Ketua Panitia Kejurda III Pagar Nusa Jateng M Ghufron menyampaikan, kejuaraan yang digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Harlah PSNU Pagar Nusa ke-29 ini berlangsung selama empat hari, sejak Kamis hingga Ahad (1-4/1). Sebanyak 450 peserta dari 25 kabupaten/kota se-Jateng dan DIY beserta officialnya, bertanding memperebutkan piala umum dan piala per kategori kelas. Dari jumlah itu, 265 diantaranya adalah atlit laga.

Dijelaskan Ghufron, pertandingan terdiri atas laga per orangan putra dan purti, penampilan wirasangga, serta peragaan jurus Wiraloka beregu. Laga per orangan dibagi dalam kategori pra remaja (usia 12-14 tahun), remaja (usia 14-17), dan dewasa (usia 17-35).

Ratusan penonton dari santri ponpes Azzuhri dan warga masyarakat sekitar Ketileng tumpah ruang menonton acara pembukaannya yang meriah. Aneka atraksi seni Pencak Silat yang diiringi musik menghibur para penonton di ajang tersebut. [Mochammad Ichwan/001]