Menag: Bangunlah Relasi Sebanyak dan Sebaik Mungkin

0
774
Menag Lukman Hakim Saefuddin (tengah). [Foto: Gpenk]

Jakarta, nujateng.com- Menteri Agama, Lukman Hakim Saefuddin (LHS) menerima silaturahim rombongan dari Lembaga Pendidikan Tinggi PBNU (LPT PBNU) yang hendak meneruskan studi di Riyadh, Saudi Arabia, di Ruang Kerja Menag, Gedung Kemenag Lapangan Banteng, Jum’at (30/1).

Rencananya, pada 8 Februari 2015 nanti, LPTNU hendak mengirim 14 pemuda-pemudi dari NU untuk menimba ilmu di Kota Riyadh, Ibu Kota Saudi Arabia.

“14 kader muda tersebut, berasal dari berbagai daerah di tanah air, seperti Lamongan, Pati, Bogor, Jakarta, Palembang dan lain sebagainya. 1 orang melanjutkan S-1 (lulusan D-2), 7 orang studi S-2 dan 6 orang akan menyelesaikan program doktoral. Hanya ada 2 orang yang belajar ke-Islaman, lainnya kebanyakan pelajaran umum seperti Bahasa, Manajemen, Fashion and Design dan lain sebagainya,” terang kepala rombongan, Cholis Fuad Al-Mutamakkini, yang sekaligus menjabat Sekpel Kerjasama dengan Pemerintah Arab Saudi.

Ke-14 kader muda NU tersebut antara lain: Anas Dliyaul M, Luthfi Mafatihu Rizqia, Ulil Absar Nur, Irwan Firman, Irza A Syaddad, M Afifuddin, Susilo, M Nur Khozin, Ruslan Wahab, Eko Suryaddin Zain, Muhammad Rizky dan lain sebagainya.

Dalam kesempatan tersebut, Menag LHS berpesan, agar para calon peserta didik untuk membangun relasi sebanyak dan sebaik mungkin. “Kita tidak tau apa yang akan terjadi esok, namun, bangunlah relasi sebanyak dan sebaik mungkin. Yakinlah, apa yang kita tanam, suatu saat nanti, kita pasti akan memetik hasilnya. Banyak lulusan luar negeri dengan nilai memuaskan, namun gagal ketika berkiprah di masyarakat. Pun, tidak sedikit senior kita yang tidak lulus kuliah di luar negeri, namun mampu memberi banyak manfaat. Untuk itu, di samping belajar dengan serius dan tekun, hendaknyalah, jika adik-adik ini juga membangun relasi, baik dengan mahasiswa dari negeri lain, para mahasiswa dari Indonesia, juga tidak lupa juga untuk berhubungan dengan para mahasiswa atau kawan kita yang berada di tanah air. Ini penting, karena 10-15 tahun ke depan, kemungkinan, teman kita atau kita memegang peranan penting di negaranya masing-masing,” terang Menag, serius.

“Bergaullah dengan baik, dengan berbagai kalangan di sana. Membangun relasi dan jaringan itu sangat penting.  Jangan lupa, ikuti orang-orang atau senior-senior yang mempunyai kemampuan hebat di disiplin atau bidang yang kita pelajari. Manfaat kan juga media sosial dan internet untuk kita jadikan alat mengenal dunia luar yang luas dan tak terbatas. syukur-syukur, di bidang yang kita pelajari, kita mampu berkontribusi aktif dalam pemikiran,” paparnya.

Menag melihat, hal ini bukan mudah dan butuh proses lama. Karenannya, harus telaten dan serius. “Jangan lupa untuk tetap menjaga Ke-Indonesiaan kita. Jangan sampai karena kita di Timur Tengah, kemudian kita menjadi ‘sangat timur’, banyak melihat hal itu hitam putih dan seakan-akan mudah mengkafir-kafirkan. Atau jika kita berada di Barat, kemudian sangat lepas kontrol. Tetap jaga ke-Indonesiaan kita, yakni sebuah pemikiran yang tawasut, tasamuh, i’tidal, tawazun,” tambahnya.

Menag melihat, banyak tokoh besar dunia, awalnya dikenal dari tulisannya. “Untuk itu, latih terus kemampuan kita untuk menulis, agar pemikiran kita, gagasan kita mampu memberi manfaat pada banyak kalangan,” kata Menag, melanjutkan.

Sebelumnya, Cholis Fuad Al-Mutamakkini mengatakan bahwa ke-14 kader muda ini merupakan rombongan awal yang belajar di Saudi. “Insyaallah, ke depan, akan banyak kader kita yang kita kirim ke Saudi Arabia untuk belajar,” terang junior Menag LHS ini penuh semangat. [Gpenk-002]