Maulidan Itu Tanda Cinta Rasul

0
895
Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si (tengah) khusyu’ mengamini doa dalam acara “Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Muslimat NU se-Jawa Tengah” di Aula Pondok Pesantren Modern Selamat, Kendal, Sabtu (3/1). Foto: Bams.

Kendal, nujateng.com Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW adalah peristiwa yang sangat bersejarah. Karena itu, umat Islam harus meneladani dan melanjutkan misi kerasulannya. Sehingga tugas-tugas tersebut masih perlu dilanjutkan sampai kapan pun dan di mana pun tanpa henti.

Penilaian demikian dituturkan Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, dalam acara “Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Muslimat NU se-Jawa Tengah” di Aula Pondok Pesantren Modern Selamat, Kendal, Sabtu (3/1). Khofifah mengatakan, peringatan maulid Nabi Muhammad SAW mengandung banyak hikmah. Menurutnya, dalam memperingati maulid Nabi yang patut dikenang bukan hanya tentang hari lahir, tetapi lebih pada perjuangan ketika Nabi Muhammad SAW dalam menegakkan agama Islam. “Maulidan itu pertanda cinta Rasulullah. Kita harus bisa meneladani sifat-sifat dari Nabi Muhammad SAW,” ujar dia dihadapan ratusan jamaah ibu-ibu.

Ia menyampaikan, maulid Nabi merupakan hari peringatan lahirnya Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Oleh karenanya, secara subtansial perayaan maulid Nabi ini sebagai bentuk upaya mengenal akan keteladanan dan mengenang pemimpin yang agung. “Ingat, Nabi Muhammad SAW adalah pemimpin besar yang luar biasa dalam memberikan teladan dan pemimpin yang agung bagi umatnya,” terangnya.

Selain itu, pihaknya menegaskan bahwa dengan memperingati maulid Nabi ia berharap dapat memperoleh syafaat dan bisa bertemu dengannya di akhirat kelak. Sehingga, lanjut dia, perayaan maulid Nabi bukan sekadar tradisi atau kegiatan seremonial. “Maulid Nabi itu bukan sekadar tradisi atau pun hanya acara seremonial. Tapi, kita berharap untuk memperoleh syafaat dan bertemu Nabi Muhammad SAW di akhirat kelak,” bebernya.

Lebih jauh, Alumni Magister Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia ini mengajak jamaah yang hadir untuk berdoa bersama. Khususnya, kata dia, bagi korban musibah dan bencana yang melanda Indonesia akhir-akhir ini. “Pada siang ini mari kita mendoakan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Semoga amal ibadahnya diterima dan diampuni dosa-dosanya. Keluarga yang ditinggal semoga diberikan kekuatan dan tetap istiqomah,” pungkasnya. [Bams/002]