Ketua PBNU; Warga NU Punya Dua Amanat

1
886

Jakarta, nujateng.com- Warga Nahdlatul Ulama (NU) memiliki dua amanat: amanah diiniyyah (amanat agama) dan amanah wathoniyyah (amanat kebangsaan). Ketua Pengurus Besar NU (PBNU), Prof KH. Said Aqiel menyampaikan hal tersebut di Jakarta, Sabtu (24/1).

Menurut pria yang akrab disapa Kang Said itu menjabarkan bahwa maksud dari amanat agam adalah agar warga Nahdliyyin bisa memahami agama Islam bukan semata teologi dan ritual, tapi Islam sebagai agama peradaban, budaya dan kemanusiaan.

“Tunjukan bahwa orang NU itu paham tentang Islam. Bahwa Islam itu risalah rahmatan lil ‘alamin. Sehingga kita tidak mudah terprovokasi doktrin yang radikal apalagi teror. Karena Islam bkn agama radikal apalagi teror,” terang alumnus Universitas Ummul Qura, Madinah Arab Saudi.

Diantara tuntutan peradaban itu, lanjut Kang Said, adalah membangun masyarakat yang sehat. Menjadi masyarakat yang berperadaban harus bisa bersaing dan bersanding dengan bangsa lain. “Betapa mulianya Islam yang dibawa Nabi Muhammad, dari Surabaya hingga Cordova. Dari Jawa hingga Spanyol. Apa yang dibawa oleh Islam adalah peradaban, bukan golok,” sambung pria kelahiran Cirebon 3 Juli 1953 tersebut.

Selain amanah diniyyah, warga NU juga memiliki amanah wathaniyyah atau kebangsaan. “Mari meningkatkan kualitas bangsa. Jangan sampai kita jadi bangsa yang rendah ekonomi dan pendidikannya. Orang Arab itu suka mengejek kalau orang Indonesia itu separuhnya adalah TKW (Tenaga Kerja Wanita, red),” ajak Kang Said.

Kang Said menegaskan bahwa jihad yang sebenarnya adalah membangun pendidikan dan meningkatkan kualitasnya. Karena itu, warga NU memiliki tanggungjawab yang mulia; amanah diniyyah dan wathoniyyah. “Mengamalkan Islam yang membawa rahmat, santun dan memperjuangkan Indonesia agar menjadi negara yang diperhitungkan negara lain. [T-Kh/001]