Kader NU Diminta Melek Informasi

1
744
Menyampaikan Pesan: Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh menyampaikan pesan untuk kader-kader muda NU supaya melek informasi, Minggu (28/12/14)/ Foto: Ceprudin.

Semarang, nujateng.com- Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh berharap, kader muda NU melek informasi. Dengan begitu, para kiai dan tokoh masyarakat bisa mendapat informasi yang akurat seputar perkembangan yang ada di masyarakat.

Beliau sadar semakin majunya perkembangan zaman, tantangan dalam mengabdi kepada masyarakat akan semakin banyak. Perkembangan yang kian pesat niscaya akan mempengaruhi perkembangan di masyarakat. Perkembangan zaman inilah yang harus diikuti oleh kader-kader muda NU.

“Para kiai kia ini tugasnya mendidik santri. Sehari-hari mengajar, muthola’ah kitab, sibuk dengan kegiatan mengaji. Dengan begitu kadang tak sempat untuk melihat informasi dari media maupun internet. Saya minta supaya saudara semua melek informasi,” pesannya di hadapan ratusan kader muda NU, Minggu (28/12/14) di Kantor PWNU Jateng.

Jika kader muda NU melek informasi, lanjutnya, lalu memberikannya kepada para kiai yang ada di sekitar. Beliau berefleksi dengan keadaan kiai sekarang ini. Selama ini, tuturnya, para kiai mendapat informasi ketika ada tamu yang datang. Para tamu itu memberikan kabar hanya sepintas tentang perkembangan masyarakat.

Islam Radikal

“Rasa persaudaraan, saling mengasihi dan kebersamaan yang selama ini menjadi ruh di masyarakat harus diikuti perkembangannya. Jangan-jangan sudah terkontaminasi dengan paham-paham radikal. Paham yang mudah menyalahkan orang lain yang itu bertentangan dengan aqidah Ahlus sunnah wal Jamaah,” katanya.

Menurutnya, tak jarang dengan masuknya paham-paham baru kemudian perdamaian yang sudah lama dibangun di masyarakat terusik. Karena itu kader muda NU harus memberikan informasi lebih, disertai dengan analisis yang menggambarkan situasi yang ada di tempat tinggal masing-masing.

“Diakui atau tidak, ini sudah banyak terjadi. Banyak santri-santri yang direkrut oleh ormas-ormas yang mudah menyalahkan paham keagamaan yang lain. Jangan sampai di daerah-daerah bisa terjadi seperti itu,” pesannya.

Untuk mengantisipasi terjadinya perpecahan dalam masyarakat, maka kader-kader muda NU yang sudah terlatih harus memberikan informasi yang valid. Baik kepada para kiai maupun tokoh masyarakat. “Dengan data yang valid, maka kiai atau tokoh masyarakat ketika memberikan kebijakan tanpa tendensi dan tentu tak merugikan sepihak,” paparnya. [Ceprudin/002]