Bernegara Harus Taat Hukum

0
865
Drs. H. Eman Sulaiman, MH.

Semarang, nujateng.com- Dalam bernegara seseorang harus taat pada hukum yang ada. Suka atau tidak, hukum yang berlaku di Indonesia harus ditaati, karena ini negara hukum.

Pesan itu disampaikan oleh Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Wilayah Jawa Tengah, Drs. H. Eman Sulaiman, MH. dalam “Rapat Koordinasi Bersama Lembaga, Lajnah PWNU Jawa Tengah” di Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah Jalan dr. Cipto 180, Rabu (7/1).

Lebih jauh dosen Universitas Islam Negri (UIN) Walisongo Semarang itu menjelaskan bahwa LPBHNU mengemban amanat yang cukup besar, yaitu melayani warga Nahdlatul Ulama yang membutuhkan bantuan hukum, baik berkaitan dengan jam’iyahnya maupun jama’ahnya.

“Karena ini sebagai lembaga hukum NU, maka ada dua yang harus kita advokasi, kita bela. Pertama lembaga NU-nya, dari tingkat wilayah hingga ranting, dari banom, lajnah dan sebagainya. Berkaitan dengan lembaga biasanya berkaitan dengan aset-aset, tanah, yayasan, sekolah, maupun yang lain. Kedua, berkaitan dengan persoalan yang menimpa warga NU, biasanya warga NU itu punya masalah, dan orangnya tidak mampu. Jadi, yang kita back up itu NU secara struktural, yakni lembaganya, dan kultural, yakni warganya,” paparnya.

Sejak dilantik menjadi Ketua LPBHNU, pihaknya sudah banyak menangani kasus-kasus yang menimpa nahdliyin baik yang berkaitan dengan lembaga seperti kasus sengketa tanah yang dialami Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati, SMP Hasanudin, MWCNU Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan, dan yang lainnya, maupun kasus pribadi salah satu warga jam’iyah terbesar di Indonesia ini.

Kendati demikian, menurutnya masih banyak warga NU yang belum mengetahui cara penyelesaian masalah yang berkaitan dengan hukum. Sebagai lembaga hukum, LPBHNU bersifat pasif, yakni tidak bertindak sebelum ada yang memintanya. “Banyak kasus-kasus yang terjadi di daerah, namun mereka masih bingung mau lari kemana. Sementara kami ini pasif, kalau belum ada yang menyuruh ya tidak turun,” sambungnya. [AR/002]