Galakan Satu Pesantren Satu Koperasi

0
1034
Memberikan Modal Pinjaman: Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah memberikan modal pinjaman secara simbolis kepada pengurus Koperasi Al-Hidayat didampingi Ketua Koperasi Adit Adi Wibowo, pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2014 dan Peresmian Kantor Pelayanan, Minggu (25/1/14). [Foto: Ceprudin]

Ungaran, nujateng.com– Koperasi merupakan unit keuangan mikro yang sangat mendukung terhadap ekonomi makro. Tak heran jika belakangan ini pemerintah menggalakan pentingnya masyarakat untuk semangat berkoperasi. Tidak terkecuali bagi pondok pesantren.

”Rencana kami akan mendorong program satu pesantren satu koperasi (SPSK). Jadi impian kami di Kabupaten Semarang, satu pesantren ada satu koperasi,” kata Ketua Koperasi Al-Hidayat, Adit Adi Wibowo, disela acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2014 dan Peresmian Kantor Pelayanan, Minggu (25/1/14)

Koperasi Al-Hidayat sendiri terbilang sukses dalam melayani masyarakat dan mengembangkan usahanya. Dibilang sukses karena sudah satu dasa warasa selalu setia melayani unit jasa keuangan syariah. Meskipun dengan modal pas-pasan namun akhirnya mempunyai omzet yang luar biasa.

”Jadi awalnya anggota Koperasi Al-Hidayat, setiap orang memberi modal sebanyak Rp 150 ribu. Jumlah anggota ada 40 orang. Ya kira-kira modal awal ada Rp 5 juta rupiah. Namun itupun tak genap. Tapi alhamdulillah, sekarang aset koperasi kita mencapai 15 miliar rupiah,” kata Adi dalam sambutannya.

Sebagai ketua, ia merasa perkembangan itu merupakan prestasi yang luar biasa. Betapa tidak, karena pada awalnya kantor koperasi hanya menempati satu bilik kamar pesantren yang amat sederhana.

”Yang membidani adanya koperasi ini adalah para alumni Pesantren Alhidayat sendiri. Namnya alumni ya belum punya apa-apa. Karena itu pertama kali dibentuk kantornya hanya menempati satu bilik kecil di gedung pesantren. Dan alhamdulillah sekarang sudah punya kantor,” paparnya.

Pinjaman Rp 50 Juta

Berhasilnya koperasi dalam mengembangkan usaha tak lepas karena berkat doa pengurus dan para kiai pesantren Al-Hidayat. Doa para kiai itu kemudian diimbangi dengan perjuangan dari para pengurus yang ikhlas dan tawakal. Setiap hari, kata Adi, para pengurus selalu berjamaah sholat duha.

”Jika menengok kebelakang, ketika terjadi krisis moneter maka sejatinya yang menolong sedikit demi sedikit keadaan ekonomi kala itu adalah koperasi. Ini sepeti sabda Nabi Muhmmad yang mengatakan bahwa ’penolong orang-orang besar itu adalah orang-orang kecil,” tuturnya.

Dengan begitu ia menilai dengan adanya koperasi Pondok Pesantren Al-Hidayat unit jasa keuangan syariah bukan hanya menolong pengurusnya. Namun juga masyarakat kecil dan unit usaha makro nasional.

Koperasi tersebut juga mendapat berbagai prestasi diantaranya penghargaan koperasi berprestasi dari Kabupaten Semarang dihari besar koperasi. ”Pengurus koperasi juga akan diberikan modal usaha, tanpa bagi hasil yakni dengan akad qordul hasan. Pinjaman ini sebesar Rp 50 juta,” pungkasnya. [Ceprudin/001]