Pemilu

0
939

KH. Abi Jamroh

الحمد لله الّذى أرسل رسوله بالهدى ودين الحقّ ليظهره على الدّين كلّه. أحمده سبحانه وتعالى واشكره على جزيل عطائه. وأشهد أن لا اله الا الله وحده لاشريك له. شهادة ادّخرها ليوم لقائه. واشهد أنّ سيّدنا ونبيّنا محمّدا عبده ورسوله الشّفيع لامّته. الّلهمّ صلّ وسلّم على عبدك ورسولك النّبىّ الأمّيّ سيّدنا محمّد وعلى اله وصحابته ومن تبعهم بإحسان عدد ما بين ارضه وسمواته. امّا بعد. فيا معاشرالمسلمين رحمكم الله وغفرلكم. عليكم بتقوى الله لعلّكم تفلحون

Jama’ah Jum’at Rahimakumullah ….
Di hari yang mulia dan disaat yang penuh barokah ini, marilah kita semua menengok kembali cermin kehidupan kita. Hari-hari yang telah di lalui, waktu-waktu yang telah terlewati dan kesempatan-kesempatan yang tidak akan pernah kembali lagi. Cermin kehidupan itu, akan menjadi sangat baik jika digunakan sebagai sumber pijakan dan tenaga baru untuk melanggkah setelah selesai menunaikan ibadah shalat Jum’at ini. Singkatnya, mari kita terus berusaha memperbaiki dan meningkatkan mutu, kualitas dan nilai diri kita di hadapan Allah SWT. Allah tidak memberikan nilai plus pada harta benda, kekayaan, kecantikan, dan ketampanan ataupun kejeniusan dan kepandaian seseorang. Allah hanya memberikan nilai plus pada ketaqwaan manusia. Kuat dan lemahnya ketaqwaan seseorang menjadi barometer kemuliaan dirinya dihadapan Allah. Karena itu, marilah kita terus menerus berupaya meningkatkan ketaqwaan kita. Setiap detik, setiap menit, mari kita selalu introspeksi. Sudahkah kita melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larang-laranganya? Salah satu perintah Allah adalah agar kita selalu mengikuti sunah-sunah Rasulullah SAW.

Rasulullah Muhammad SAW, adalah contoh dan suri tauladan yang harus kita ikuti. Cara hidup beliau dalam menjalani hubungan dengan sesama manusia (hablun min an-nas) dan dengan Allah SWT (hablun min Allah) adalah bentuk ideal interaksi manusia dalam kehidupannya. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat al-Ahzab : 21.

لقد كان لكم في رسول الله أسوة حسنة لمن كان يرجو الله واليوم الاخر وذكر الله كثيرا

ِArtinya: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

Jama’ah Jum’at Rahimakumullah ….
Di hari-hari menjelang perhelatan besar bangsa Indonesia, yakni pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden, dimana suhu poitik agak memanas, kita semua sudah semestinya untuk tidak terbawa arus emosi. Seorang muslim akan tetap berpijak pada akhlak mulia sebagaimana di contohkan Rasulullah SAW, mendahulukan kepentingan umum, menghargai perbedaan pendapat dan mengedepankan kompetensi. Sekali lagi mari kita meningkatkan iman, amal, ketaqwaan, dan melakukan introspeksi menghisab diri sendiri sebelum dihisab dihadapan Allah.

Seorang muslim mampu berfikir dan bersikap dewasa, berjihad melawan hawa nafsu dan mengambil pelajaran dari sejarah dan pengalamannya. Ia sibuk mengawasi dirinya, menata hatinya, dan meningkatkan mutu jiwanya, serta istiqomah memperjuangkan kemaslahatan. Ia mampu menghadapi konflik, persengketaan, perselisihan, perbedaan pendapat, bahkan permusuhan sekalipun secara dewasa. Dengan demikian ia menjadi contoh yang baik bagi lingkungannya. Ia selalu mengedepankan pikiran jernih karena pikiran jernih mampu menguasai dan mengarahkan nafsu. Dalam memilih pemimpin, misalnya, seorang muslim akan melaksanakannya secara bertanggung jawab, menggunakan akal sehat, dan mempertimbangkan berbagai konsekuensi atas umat.

Islam menuntut agar kita belajar dari sejarah. Kenyataan kehidupan yang selalu bergolak menuntut seorang muslim senantiasa berusaha menyebarkan kesejukan, menyelesaikan pergolakan tanpa menimbulkan gejolak baru dan memerangi hawa nafsu karena nafsu adalah musuh yang harus diperangi oleh setiap muslim. Demikian ajaran dan contoh yang diberikan Rasulullah SAW untuk umatnya.

Kaum Muslimin Rahimakumullah ….
Peristiwa yang terjadi sekarang adalah wujud baru peristiwa sebelumnya. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dengan kekayaan melimpah. Namun, kenyataan yang terlihat seakan terbalik. Bangsa Indonesia seperti bangsa kerdil yang miskin. Tentu ada yang salah pada diri bangsa Indonesia. Karena itu, marilah kita semua berusaha menggunakan akal sehat, membersihkan hati dan mengendalikan hawa nafsu sehingga bangsa ini menjadi bangsa yang utuh, yang mulia dan terhormat.

Kemakmuran dan kehormatan suatu bangsa akan terwujud hanya jika dilandaskan pada budi pekerti mulia. Sebaliknya, kehancuran dan kehinaan suatu bangsa adalah akibat degradasi moral orang-orang di dalamnya. Allah sudah memberikan pelajaran melalui cerita-cerita kaum’Ad, kaum Tsamud, Raja Kisra, Kaisar Roma dan sebagainya. Seorang reformer di Mesir mengubah satu Syair :

إنما الأخلاق مابقيت *  فإن هموا ذهبت أخلاقهم ذهبوا

“Eksistensi suatu bangsa tergantung pada ada tidaknya akhlaq mereka. Jika akhlaq mereka hilang, maka hilang pula nilai eksistensi mereka”.

Rasulullah SAW diutus Allah agar memberikan pencerahan kepada umat manusia. Beliau memberikan contoh konkrit tata cara kehidupan menuju tatanan yang lebih baik, tatanan yang berdasarkan pada al-akhlaq al-karimah. Suatu tatanan kehidupan yang merupakan inti kerasulan Muhammad SAW.

Sifat sombong, rencana jahat, mengobral janji palsu, many politik yang tidak di benarkan agama dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan adalah langkah yang harus dihindari seorang muslim. Selama ini mungkin kita banyak melakukan hal-hal yang tidak baik, maka sekaranglah saatnya untuk bertaubat, menyesalinya, berniat tidak mengulanginya dan menggantinya dengan perbuatan-perbuatan yang lebih baik. Semoga taubat kita menjadi taubat nasuha, taubat yang sesungguhnya dan dapat menghapuskan dosa-dosa kesalahan yang sudah terlanjur diperbuat. Marilah kita mencontoh Rasulullah dan menjadi contoh yang baik bagi lingkungan kita.

الّلهم اغفر لنا وللمسلمين, وارحمنا وإياهم أجمعين, واكتب الصّحّة والعا فية, والسّلامة لنا ولكافة المسلمين, وتقبّل منّا صالحات أعمالنا, وتجاوز عنّا سيّأتنا وخطايانا. اللهمّ أعزّ الإسلام والمسلمين, وأذلّ الشّرك والمشركين, واجعل هذا البلد آمنا مطمئنّا وسائر بلاد المسلمين. اللهمّ آمنّا في وطننا, وأصلح أئمّتنا وولاة أمورنا, وحبّب إتيهم الإيمان وزيّنه في قلوبهم, وكرّه إليهم الكفر والفسوق والعصيان, واجعلهم من الرّاشدين.