Warga NU Harus Jadi Qudwah Hasanah

0
788
Prof KH. Said Aqil Siraj (tengah). Foto: T-Kh

Jakarta, nujateng.com- Tidak hanya sebagai organisasi yang mengemban misi dakwah bil maqal (ucapan), Nahdlatul Ulama (NU) juga diharuskan untuk mengejawantahkan prinsip ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) itu dalam perilaku.

“Tidak hanya dengan lisaan al-maqaal, tapi juga dengan lisaan al-haal. Yang khutbah sudah banyak, sekarang warga NU juga harus menunjukan teladan melalui tindakan,” kata Ketua Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof. KH. Said Aqil Siradj, di Kantor PBNU, Jakarta (Selasa, 25/11).

Kang Said, begitu ia disapa, menekankan tentang pentingnya peran NU di masyarakat karena menurutnya, NU tidak melulu membangun, memperkuat dan mengembangkan Aswaja. “NU harus memperkokoh politik juga, tapi politik kebangsaan, bukan politik praktis. Ini siyasah al-‘ulya bukan siyasah al-suflaa,” terang alumnus Universitas Ummul Qura, Medinah tersebut.

Dalam berorganisasi, lanjut Kang Sadi, harus perhatikan dua hal. Yang pertama adalah amanah, bisa dipercaya. “Kepercayaan itu tidak bisa diminta. Itu orang pacaran aja yang begitu. Kepercayaan itu didapatkan dari hasil kerja kita. Tunjukan pekerjaan kita dengan baik, dan kepercayaan itu akan bisa kita raih,” terang pria kelahiran Cirebon, 3 Juli 1953.

Selain amanah, Kang Said juga menyebut bahwa berorganisasi itu memiliki dimensi dakwah. “Orang NU itu harus menjadi qudwah hasanah, contoh yang baik. Kalau sekadar memberi mau’idhah hasanah itu sudah banyak. Yang penting sekarang itu memberi contoh dan teladan yang baik di tengah masyarakat. Itu yang paling dibutuhkan,” Kang Said menegaskan. [T-Kh]