NU Jateng Kawal Implementasi UU Desa

0
783
Agus Riyanto

Semarang, nujateng.com- Lahirnya UU nomor 6 Tahun 2014 tentang desa, dinilai sebagai wujud kemajuan perhatian pemerintah pusat terhadap eksistensi desa. Perhatian itu tampak dengan adanya political will di bidang anggaran. Dengan itu desa akan mendapatkan porsi anggaran 10 persen dari total belanja APBN di luar dana transfer ke daerah.

Karena besarnya anggaran yang dikucurkan, ada semacam kekhawatiran, jika semangat UU tersebut tidak diimbangi oleh kesiapan aparatur pelaksananya. Bukan tidak mungkin alokasi anggaran yang besar itu tidak akan efektif dalam penggunaannya. Bahkan bisa dimungkinkan terjadi adanya penyimpangan penggunaannya.

“Berangkat dari itu, PWNU Jateng melakukan koordinasi untuk pengawalan implementasi UU desa. Itu dilakukan dalam rangka menggagas peran apa yang kira-kira bisa dilakukan,” tutur Ketua Panitia Halaqoh Regional, H. Agus Riyanto, S.IP,M.Si. Halaqoh akan dilangsungkan pada hari Sabtu (15/11/14) di Hotel New Metro Johar Semarang.

Direncankan hadir sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pronowo dan Bupati Wonosobo H. Abdul Kholiq Arif. Diikuti juga seluruh Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah unsur Syuriyah, Tanfidziyah, Banom, Lembaga dan Lajnah ditambah utusan dari 36 (tiga puluh enam) pengurus cabang dari seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.

Agus menyatakan, penyimpangan bisa juga terjadi jika tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas aparatur pemerintah desa dan tidak adanya pengawasan dalam penggunaannya. PWNU Jateng sebagai bagian dari jamiyah Nahdlatul Ulama yang memiliki basis masa di pedesaan merasa perlu untuk ikut berkontribusi.

 

Kesejahteraan Rakyat

Dengan Halaqoh ini, NU Jateng diharapkan bisa merumuskan peran strategis yang dalam rangka berkontribusi terhadap proses pembangunan bangsa khususnya dalam mengawal implementasi UU Desa. Sehingga ruh dari UU Desa tersebut bisa tercapai secara efektif dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

“Jika tidak dikawal maka percuma saja besaran dana yang diberikan ke desa bisa berpotensi dan di salahgunakan. Dan NU Jawa Tengah sebagai salah satu elemen bangsa siap mengawalnya,“ sambungnya.

Agus juga menambahkan bahwa acara Halaqoh Regional NU Jateng juga akan dilaksanakan Sosialisasi Hasil Munas dan Konbes NU Tahun 2014 di Jakarta beberapa pekan yang lalu. Khususnya terkait hasil keputusan penting seperti perubahan mekanisme pemilihan Rois Am dan Ketua Tanfidziyah PBNU pada Muktamar NU 2015 dari pemilihan langsung menjadi Ahlul Halli Wal Aqdi.

Akan disosialisasikan juga Keputusan Komis Bahtsul Masail mengenai boleh tidaknya pengguguran kandungan korban pemerkosaan, khilafah islamiyah, dan lain sebagainya. Rois Amm PBNU KH. Musthofa Bisri (Gus Mus) juga direncanakan akan hadir sekaligus memberikan pengarahan kepada seluruh jajaran pengurus wilayah dan pengurus cabang NU se-Jateng. [Ceprudin]