Masalah Kesehatan, NU Harus Ikut Berperan

1
1221

Semarang, nujateng.com- Tanggungjawab Nahdlatul Ulama (NU) tidak hanya berkaitan dengan aspek ritual saja, tetapi juga masalah kesehatan. Dalam menanggulangi persoalan HIV/AIDS misalnya. Sejak 2010, Pengurus Besar NU ikut terlibat dalam penanggulangan penyakit yang belum ada obatnya ini.

Tentang peran ini, NU Jawa Tengah ikut terlibat sejak 2013. dr. Lies Agustin, Koordinator Program Penanggulangan HIV/AIDS PWNU Jawa Tengah mengatakan bahwa kekuatan NU adalah memiliki basis yang kuat. “Kami melakukan pelatihan terhadap 125 warga NU di 25 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Harapannya, mereka bisa menyampaikan informasi yang komprehensif tentang HIV/AIDS kepada masyarakat yang lebih luas, khususnya kalangan Nahdliyyin,” kata dr. Lies di sela-sela rapat koordinasi penanggulangan HIV/AIDS di Kantor PWNU Jl. Dr. Cipto 180 Semarang, Selasa (18/11).

Ia juga menambahkan bahwa dua organisasi perempuan di kalangan NU, yakni Muslimat dan Fatayat Jawa Tengah langsung terlibat dalam kegiatan tersebut. “Selain tentunya Lembaga Kesehatan NU yang merupakan leading sector di lingkungan NU,” terang alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang tahun 1980 tersebut.

Meski harus diakui, tambah Lies, memutuskan untuk terlibat dalam penanggulangan isu ini bukannya tanpa resiko. “Isu ini kan ada dalam wilayah abu-abu. Kita harus masuk lokalisasi misalnya. Ini kadang masih persoalan yang debatable dan kerap menjadi pertanyaan-pertanyaan krusial,” tutur Lies. Walau begitu, ia menandaskan kalau masalah itu sejatinya telah terjawab dalam bahtsul masail yang diselenggarakan oleh PBNU berbarengan dengan pelaksanaan kegiatan ini. [TKh]