Jalan Sehat NU Purworejo, Diikuti 20 Ribu Peserta

0
629
Kumpul Lapangan: Peserta pawai ta'aruf dan jalan sehat NU Purworejo berkumpul di alun-alun Kabupaten Purworejo. Foto: Dok. NU Purworejo

Semarang, nujateng.com-  Agenda jalan sehat menjelang Konferensi Cabang (Konfercab) NU Kabupaten Purworejo berjalan sukses. Jalan sehat yang digelar Minggu (16/11/14) berjalan sukses karena jumlah peserta yang mencapai 20 ribu peserta lebih.

“Kami menyediakan 16 ribu tiket jalan sehat. Namun jumlah itu kurang. Kira-kira peserta semuanya 20 ribu orang, mas,” kata Ketua Tanfidziyah PCNU Purworejo, H Khamid Ak, S.Pd.I, disela Konfercab NU Purworejo, Minggu, (23/11/14).

Agenda dengan tema “pawai ta’aruf dan jalan sehat, dalam rangka konferensi cabang” ini diikuti oleh kalangan warga, PNS Pemkab Purworejo, seluruh banom dan lembaga PCNU serta jajaran TNI-Polri.

Rute jalan sehat itu start dari depan pendopo kabupaten lalu ke kota dan kembali ke pendopo. Dengan adanya jalan sehat itu, NU Purworejo berharap warga semakin menyatu dengan NU. Karena NU milik rakyat.

“NU semakin bersatu dengan rakyat. Rakyat adalah NU dan NU adalah rakyat.
NU Purworejo semakin kuat, dan raket warga. Kami sangat bahagia, karena kan masih ada ormas yang keberadaanya malah mengganggu ketenangan warga,” sambungnya.

Agenda tersebut terselenggara atas masukan-masukan dari para ulama sepuh NU di Purworejo. “Ada 17 ulama sepuh yang turut merumuskan agenda ini. Kalau restunya para kiai kan barokah,” tukasnya.

 

Sehat dan Damai

Bupati Purworejo KH Makhsun Zein dalam sambutan konfercab itu menyinggung keberhasilan jalan sehat. Ia menilai agenda itu berjalan dengan sangat bagus dan meriah.

“Saking meriahnya, ada kupon peserta jalan sehat Muhammadiyah yang nyasar di tong kupon peserta jalan sehat NU,” seloroh Bupati. Memang betul, pada kesempatan itu ada dua jalan sehat yang diselenggarakan NU dan Muhammadiyah.

Dalam suatu titik rute perjalanan dua rombongan bertemu peserta jalan sehat bertemu. Entah bagaimana ceritanya sehingga ada kupon peserta jalan sehat yang tertukar.
“Artinya NU dan Muhammadiyah sangat dekat. Kedua ormas yang sudah mapan  ini bertemu di jalan, berangkulan dan curhat. Itu kan damai,” lanjut Bupati.
Ironinya, kata dia, kondisi demikian terkadang terusik dengan sengkuni-sengkuni yang merusak hubungan yang sedang harmonis.

“Jangan sampai ada sengkuni di Purworejo. Kondisi harmonis ini harus tetap dijaga. Sehingga iklim pembangunan terus meningkat dan rakyat semakin sejahtera,” tandasnya. [Ceprudin]