Habib Hasan dan Khamid Kembali Pimpin NU Purworejo

0
1498
Nyatakan Siap: Ketua Tanfidziyah PCNU Purworejo terpilih Khamid AK, menyatakan siap dihadapan para musyawirin, usai dirinya mendapat suara terbanyak. Foto: Ceprudin

Purworejo, nujateng.com- Rais Syuriah dan Tanfidziyah PCNU Purworejo periode 2009-2014, kembali terpilih dalam Konferensi Cabang (Konfercab), Minggu (23/11/14). KH Habib Hasan Aqil Ba’abud dan H Khamid Abdul Kodir ini dipercaya kembali untuk memimpin PCNU Purworejo periode 2014-2019.

Persaingan pada Rais Syuriah hanya ada dua calon yang memperoleh suara banyak. Namun akhirnya Habib Hasan unggul. Ia memperoleh suara 128 sementara calon kedua KH Abdullah Syarqowi hanya mendapat 36 suara. Sementara calon-calon lain hanya memperoleh satu suara.

“Karena hanya satu calon yang lolos dengan suara lebih dari 50 persen pada putaran pertama, maka tak ada putaran kedua. Kami menetapkan Habib Hasan Aqil Ba’abud menjadi Rais Syuriah PCNU Purworejo terpilih,” kata ketua sidang komisi dengan agenda pemilihan ketua, H Abu Hapsin, Ph.D disela sidang.

Dalam sambutanya, Habib menyampaikan kesediaannya menjadi rais syuriah. Ia tanpa basa-basi mengatakan iya, karena itu kehendak warga UN. “Ini amanah dari warga NU. Mari kita bersama-sama memajukan NU. Dan saya nyatakan siap,” tegas Habib Hasan dalam sambutan pernyataan kesediaanya menjadi syuriah.
Nyaris 100 Persen

Usai pemilihan rais syuriah, sidang dilanjutkan dengan agenda memilih ketua tanfidziyah. Sama seperti pemilihan syuriah, persaingan untuk menjadi ketua tanfidziyah pun nyaris seratus persen tanpa lawan.

Khamid AK, yang beberapa jam yang lalu lengser dari jabatannya usai melakukan pertanggungjawaban, akhirnya terpilih kembali. Ia memperoleh suara sebanyak 160
suara. Sementara beberapa calon yang muncul tidak mendapat suara berarti. Calon lainnya hanya mendapat calon tak lebih dari tiga suara.

“Saya terpilih kembali, barangkali khidmah saya selama ini kepada NU masih kurang. Namun dengan ini saya sangat bahagia, karena diberi amanah memimpin NU, saya jadi dekat dengan para ulama. Dekat dengan santri dan para kyai,” tutur Khamid dalam sambutan kesediaanya menjadi ketua tanfidziyah.

Ia mengharap, dukungan dari MWC dan Ranting NU di Purworejo bukan hanya saat konfercab. Ia mengajak, semua elemen NU bahu-membahu mengawal NU di Purworejo.

“Dengan bersatunya semua elemen, maka dalam mengawal misi ulama dan mengayomi warga bisa berjalan baik. Jika saya menolak amanah ini, maka saya dholim. Karena itu saya siap menjadi ketua tanfidziyah,” tegasnya. [Ceprudin]