Di Tempat Mbah Sahal, KH Suhaili dan KH. Muslih Pimpin NU Margoyoso

0
1438
Konferensi MWC NU Margoyoso. (Sumber: www.pcnupati.or.id)

Pati, nujateng.com- Konferensi Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah berakhir. Ketua tanfidziah lama, KH Muslih kembali terpilih sebagai ketua untuk jabatan lima tahun ke depan, 2014-2019. Saat pemilihan ia mendapat 10 suara, dan unggul 3 suara dari KH Samoin Wage.

Seperti yang dilansir dalam laman www.pcnupati.co.id, KH Muslih  bersaing ketat dengan tiga kandidat lain, yakni KH. Samoin Wage (7 suara), K. Wafir, dan K. Liwa’uddin. Berdasarkan penjaringan bakal calon, hanya dua kandidat yang berhasil bersaing. Dari dua kandidar itu kemudian dilakukan pemilihan dan penghitungan suara, hingga dimenangkan oleh KH. Muslih.

“Musyawirin konferensi menetapkan KH. Muslih untuk dipercaya menjabat kembali sebagai ketua Tanfidziyah MWC NU Kec. Margoyoso Pati periode 2014-2019,” demikian bunyi pesan itu. Kecamatan Margoyoso sendiri adalah tanah lahir, hidup, dan berkembangnya rais am PBNU, KH MA Sahal Mahfud.

Setelah terpilih, peserta konferensi kemudian membuat tim formatur yang terdiri dari 9 orang. Pembuatan formatur untuk melengkapi susunan kepengurusan dari rais terpikuh tersebut. Sembilan orang itu antara lain ketua Rais Terpilih, Ketua Terpilih, Mantan Rais, dan 6 orang dari perwakilan peserta sebagai representasi wilayah.

Sementara jabatan Rois Syuriah MWC NU Margoyoso dipegang oleh KH Suhaili. Sebelumnya, dia bersaing ketat dengan tiga kandidat lain, yakni KH. Asmu’i Salafi (Rais Syuriyah MWC yang lama), KH. Asnawi Rohmat, Lc (Ketua Lazisnu PCNU Pati) dan K.  Liwa’uddin (Ketua Lembaga Bahtsul Masail Cabang NU Pati).

Namun, sesuai syarat dalam AD/ART, tidak boleh ada bakal calon yang rangkap jabatan dengan pengurus harian lembaga/lajnah, dan harus memilih salah satunya. Akhirnya, KH Suhaili secara musyawarah mufakat ditetapkan sebagai Rais Syuriyah terpilih periode 2014-2019.

Sebelum pemilihan, Ketua Ketua PCNU Pati, KH. Ali Munfa’at mengatakan,  konferensi MWC NU sesuai AD/ART adalah forum tertinggi yang bertugas untuk mengevaluasi Laporan Pertanggungjawaban pengurus, perumuskan program kerja, perumuskan Rekomendasi, dan pembahasan masalah-masalah keagamaan yang berkembang. Oleh karena itu, Konferensi MWCNU tidak hanya memilih pengurus baru saja, yakni lima tahun sekali.

Dia mengingatkan bahwa, MCN NU juga harus bisa dikelola dari manajemen jama’ah, dikembangkan menjadi jam’iyyah yang menuntut adanya manajemen organisasi. Selama  ini Nahdlatul Ulama masih banyak dikelola menggunakan sistem Jama’ah, sehingga banyak peran-peran keagamaan, sosial, budaya, pendidikan, dan politik belum bisa dikembangkan secara maksimal. 

Konferensi MWC NU Margoyoso sendiri diselenggarakan, pekan lalu Jum’at, 21 Nopember 2014 di Pondok Pesantren Darunnajah, Margoyoso. Konferensi ini dihadiri oleh Pengurus Cabang NU Kab. Pati, 17 Ranting dari 22 ranting yang ada di Margoyoso dan pengurus MWC NU. [Nazar Muhammad]